alexametrics

BPJS Ketenagakerjaan Biayai Protese Tangan Robotik Pekerja yang Alami Kecelakaan Kerja

Artikel Lain

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menangagung seluruh biaya mulai dari awal penanganan akibat kecelakaan, perawatan, perolehan dan terapi menggunakan tangan bionik, hingga mengupayakan Eko Suryanto dapat kembali bekerja.

Eko Suryanto merupakan karyawan dari PT Sinar Agung Sukses Selalu Karanganyar yang mengalami kecelakaan kerja, tangan kirinya terkena dan terpotong mesin saat melakukan pengecekaan, sehingga hanya tersisa sebagian di atas siku.

Setelah melakukan perawatan, Eko kemudian mendapatkan tangan bionik atau tangan buatan yang menonjolkan kemajuan teknologi (tangan robot) agar fungsi dan manfaat tangan dapat kembali.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan tangan bionik tersebut merupakan hasil karya dari tim Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).

Baca juga:  BPJS Ketenagakerjaan Telah Bayarkan Rp443 Miliar Manfaat Program Selama Setahun di Provinsi NTB

“BPJS Ketenagakerjaan mengcover (seluruh biaya, red.) akibat kecelakaan kerja, termasuk kebutuhan tangan atau kaki palsu. Kami ingin pekerja bisa bekerja kembali,” kata Anggoro di RSND, Jumat (3/6/2022).

Anggoro menjelaskan selama ini untuk tangan dan kaki palsu, biasanya didatangkan dari luar negeri, sehingga biaya yang dibutuhkan lebih banyak.

“Kami bangga dengan buatan Indonesia. Ini kolaborasi yang baik agar riset-riset ini bisa terimplementasi dan diproduksi, sehingga terasa manfaatnya. Kami hadir sebagai wujud negara hadir,” kata Anggoro.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin yang mengingatkan pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja, karena di saat terjadi kecelakaan kerja seluruh biaya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan seperti yang dialami Eko Suryanto.

Baca juga:  BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Ojol Korban Tabrak Lari hingga Rp1,2 Miliar

Ketua Tim Pusat Rehabilitasi Robotik RSND dr Hari Peni Julianti mengklaim tangan bionik hasil inovasi pihaknya memiliki biaya produksi yang jauh lebih murah dari yang ada di luar negeri.

“Total biaya pengobatan, terapi, hingga pemberian tangan bionik berkisar Rp160 juta, jika kita beli tangan robot dari luar negeri untuk tangannya saja sudah di angka Rp600 juta,” kata dr Peni.

Ia menjelaskan Eko merupakan pasien pertamanya yang mendapat tangan bionik dan langsung dikerjasamakan dengan BPJS Ketenagakerjaan dan ke depan pihaknya akan terus melakukan pengembangan agar menghasilkan tangan bionik yang semakin ringan.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Ungaran Budi Jatmiko menjelaskan, pemberian santunan tersebut menunjukkan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja. “Memang tidak ada yang mau mengalami kecelakaan di saat bekerja, namun dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK setidaknya para pekerja bisa dengan tenang jika terjadi risiko di kemudian hari, manfaat yang diberikan pun insya Allah dapat mengurangi beban para pekerja nantinya jika terjadi risiko,” tutup Jatmiko. (wan/web/bas)

Baca juga:  Dalam Dua Hari, BPJAMSOSTEK Kumpulkan 3,5 Juta Rekening Peserta 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya