alexametrics

Ciptakan 55 Inovasi Sekolah, SMP Negeri 2 Tengaran Raih Penghargaan dari LEPRID

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – SMP Negeri 2 Tengaran memperoleh apresiasi dan penghargaan dari Leprid (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) atas inovasi-inovasi yang dikembangkan di sekolah. Saat ini Griduta memiliki 55 inovasi yang telah dikembangkan.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tengaran, Waluya, mengatakan penghargaan dari Leprid tersebut melengkapi hasil prestasi-prestasi yang sebelumnya telah di capai oleh pihak sekolah. Serta SMP Negeri 2 Tengaran termasuk dalam sekolah berprestasi di tingkat nasional.

“Kami meriah lima besar untuk Sekolah Sehat Berkarakter tingkat nasional dan juga memperoleh juara satu untuk sekolah Pengembangan Literasi tingkat Nasional,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

SMP Negeri 2 Tengaran juga memperoleh juara dua untuk Sekolah Hijau serta mendapatkan predikat sebagai sekolah Adiwiyata. Selain prestasi, juga diperoleh dari sarana prasarana sekolah. Seperti kantin sekolah yang sudah mendapatkan sertifikat bintang satu dari BPOM Provinsi Jawa Tengah. Serta unggulan lainnya yakni Perputakaan dan Pusat Literasi Digital dengan akreditasi “A” tingkat nasional. Dimana semua informasi yang ada di SMP Negeri 2 Tengaran baik informasi guru dan karyawan hingga informasi umum memakai QR Barcode.

Baca juga:  Nekat Gantung Diri di Pintu Bangunan Mangkrak

“Jadi semua informasi sudah tersedia dalam bentuk barcode dan semua semua hp bisa mengakses kedalamnya,” katanya.

Selain itu SMP Negeri 2 Tengaran juga menjadi salah satu sekolah rujukan untuk melakukan studi banding bagi sekolah-sekolah yang lainnya. Tidak hanya dari wilayah Kabupaten Semarang, tetapi sekolah dari Salatiga, Kota Semarang, Grobogan, Klaten, Kebumen hingga Yogyakarta.

“Saat ini sudah ada pengajuan untuk studi banding dari sekolah lainnya. Kira-kira terdapat 10 sekolah yang mengajukan,” ucapnya.

Inovasi-inovasi yang telah diciptakan dan dikembangkan oleh SMP Negeri 2 Tengaran ini dibangun sejak April 2017. Dimana dalam kurun lima tahun tersebut Waluya sebagai kepala sekolah mengemas dan mengembangkan sekolah sebagai taman siswa. Dimana siswa-siswi bisa nyaman dalam pembelajaran serta lingkungan sekolah yang rindang dan adem membuat nyaman para siswa.

Baca juga:  RS Kariadi Terima Bantuan Mobil Jenazah dari Bank BTN

Pihak sekolah juga memiliki tim-tim dalam mengembangkan inovasi-inovasi sekolah. Antara lain Tim Kreatif Griduta, Tim Pasukan Sapu Jagad, Tim Inovasi dan Tim ICT. Waluya mengungkapkan khusus Tim ICT untuk megembbangkan IT sekolah serta melakukan peliputan kegiatan-kegiatan sekolah. “Maka dari itu kami juga memiliki Griduta TV,” katanya.

Kedepannya pihak sekolah akan mengembangkan dan menyongsong untuk IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka). Dimana pengembangan tersebut dalam rangka mendukung program dari pemerintah.

Sementara itu, Direktur LEPRID, Paulus Pangka, mengatakan prestasi dan inovasi yang telah di capai oleh SMP Negeri 2 Tengaran ini merupakan sebuah kebanggaan bagi sekolah maupun pemerintah Kabupaten Semarang. Ada banyak inovasi-inovasi dan prestasi yang ditemukan di SMP Negeri 2 Tengaran.

Baca juga:  Kerumunan di NTT tak Bisa Jadi Dalih Bebaskan Rizieq Shihab

Pihaknya memberikan penilaian dan pertimbangan serta mengadakan seleksi baik dari pemberitaan media maupun melihat langsung ke sekolah tersebut. “Kami mempertimbangkan hal tersebut selama satu tahun,” ungkapnya.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtono Priyatno, mengungkapkan penghargaan yang diterima SMP Negeri 2 Tengaran atas Sekolah dengan Inovasi terbanyak merupakan hal yang membanggakan di dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Semarang. Menurutnya dengan hal ini bisa memicu sekolah sekolah yang lainnya untuk bergerak melakuakan inovasi yang kreatif.

“Untuk saat ini di Kabupaten Semarang terdapat 52 SMP Negeri dan 48 SMP Swasta,” ujarnya.

Ia berharap kedepannya SMP-SMP yang ada di Kabupaten Semarang baik yang negeri maupun swasta mempunyai capaian yang sama. Sukaton mempersilahkan untuk para kepala sekolah beserta para guru dan karyawan untuk mulai bergerak dan berinovasi untuk sekolahnya masing-masing. (nun/web/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya