alexametrics

12 Pengajar Dinobatkan Jadi Guru Transformatif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Festival Guru Tranformatif (FGT) yang digelar Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata mencapai puncaknya. Sebanyak 12 guru terpilih menjadi pengajar yang transformatif dalam mendidik siswanya.

Ada empat kategori dalam pemilihannya. Yaitu kategori SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB. Semua guru dipilih dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Berikut guru yang menjadi pemenang di kategori SD, Juara 1 Tuti Susanti, Juara 2 Yuan Fajar Prasiswayani, Juara 3 Ratnawati Tri Utami. Sedangkan di kategori SMP, Juara 1 Bunyamin, Juara 2 Julianita Trinawati, Juara 3 Qurrota A’yun.

Tingkat SMA, Juara 1 Waluyo, Juara 2 Thomas Dannar Sulistyo, Juara 3 M. Rifky Abu Zamroh. Lalu untuk tingkat SLB, Juara 1 Dewi Nugraheni, Juara 2 Retno Wijiastuti, dan Juara 3 Aris Wibowo. Kemudian untul tingkat guru favorit diraih oleh Lilik Puji Rahayu. Bagu guru yang mendapatkan juara pertama akan mendapatkan beasiswa penuh kuliah S2 di Unika Soegijapranata.

Baca juga:  BRI Raih Penghargaan Fintech dan Big Data Terbaik dari Digital CX Awards 2021

Ketua Panitia Festival Guru Transformatif Bonifacio Bayu Senasaputro mengatakan festival ini digelar sejak November 2021 dan diadakan dua tahun sekali.
“Pendaftaran ditutup Maret 2022 kemarin. Setelah itu kami mulai melakukan penilaian. Ada 187 pendaftar. Kemudian kami nilai dan mengerucut menjadi 24 nominator,” jelasnya saat jumpa pers, di Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata Semarang, Jumat (20/5) malam.

Pada malam penganugerahan penghargaan pemenang di tahap grand final ini terpilih 24 nominator. Lalu mengerucut menkadi 12 finalis.

Ketua Dewan Juri, Stefanus Kartono mengapresiasi karya para guru yang mengagumkan. Sehingga dapat membuka pikiran guru untuk melakukan hal yang sama.

“Saya kagum atas karya para guru dalam berkreasi mengembangkan metode pembelajaran yang bisa membawa perubahan pada para siswa,” ucapnya.

Baca juga:  Unika Tambah Program Profesi Insinyur

Rektor Unika Soegijapranata Ferdinandus Hindiarto menegaskan bahwa ajang ini bukan suatu perlombaan, namun sebagai sebuah pesta yang di kemas dalam bentuk festival. Harapannya agar memotivasi para guru untuk selalu, kreatif, inovatif, dan trasformatif. Baginya generasi muda yang berkualitas ditentukan dari pendidikan yang ada.

“Adanya FGT ini kita berharap para guru tak hanya kreatif tapi juga mampu mengubah segalanya. Sehingga perserta didik dapat menangkap pembelajaran yang diberikan dengan mudah,” ujar Ferdi.

Menurutnya pendidikan harus didukung dengan teori ABG. Yakni Akademik, Bussines dan Goverment. Sementara langkah Unika ini adalah bentuk dalam rangka menyempurnakan teori ABG.
“Kalau tiga-tiganya bersinergi maka hasilnya kualitas pendidikan akan menjadi baik,” tambahnya.

Baca juga:  5 Film Pendek Ini Dibuat dengan Galaxy S22 Ultra 5G

Ia menambahkan pelaksanaan Festival Guru Transformatif ini bekerjasama dengan PT Marimas dan didukung oleh PT Djarum.

CEO PT Marimas Putera Kencana Harjanto Halim mengatakan pihaknya selalu mendukung penuh kegiatan ini sejak tahun 2004.“Saya melihat bahwa perubahan sebuah nasib keluarga. individu dan sebuah bangsa dari pendidikan. Dari pendidikan kami masih menyorot yang terpenting adalah kualitas guru. Pola pikir guru harus benar,” akunya.

Menurutnya saat ini dunia yang serba menggunakan teknologi digital akan berpengaruh pada pendidikan anak. Peran serta orang tua juga harus diperhatikan. (kap/web/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya