alexametrics

Adakan Kajian Ilmiah, FAI Unissula Undang Profesor Global University Lebanon

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengadakan Kajian Ilmiah Internasional tentang Kedudukan Akal dalam Wahyu dengan mendatangkan Prof Dr Alhabib Syekh Thoriq Al Ghannam Al Hasani dari Global University Lebanon. Kegiatan berlangsubg di Ruang Baca dan Koleksi Kitab Wakaf FAI Lantai 2, Selasa (19/4/2022).

Dalam kajiannya, Prof Dr Alhabib Syekh Thoriq Al-Ghannam Al Hasani menjelaskan, akal itu meyakinkan sebuah wahyu atau meyakinkan sebuah syariah. Akal bukan sebagai dasar. “Al-Aqlu syahidan li tasyri wa laisa mashdaron li tasyri’. (Akal itu bukan menjadi dasar suatu ketetapan),” katanya.

Menurutnya, akal berfungsi untuk menguatkan keyakinan kita terhadap suatu ketetapan Allah, bukan dijadikan dasar. Seharusnya akal dalam akidah atau agama itu tunduk. Bukan mencari pembenaran. “Orang berakal mereka mencari suatu kebenaran, bukannya menyampingkan nilai-nilai agama dengan membuktikan suatu kebenaran,” katanya.

Baca juga:  Benefits of Personal Loan

Logikanya, Allah laa taghoyar atau berubah di tempatnya. Misalnya dalam ayat mutasyabihat, Allah memiliki tangan. “Allah itu memiliki bentuk kan tidak boleh, karena Allah berbeda dengan makhluknya. Maka, kalau semua agama mengikuti akal maka akan fatal,” jelasnya.

Bukan agama dipaksa tunduk pada akal, namun akal harus memiliki kedudukan untuk membenarkan suatu ketetapan Allah. “Sesuatu yang diciptakan pasti akan penciptanya, oh ini ada langit, ada bumi. Kemudian akal bekerja pasti ada zat yang Maha Menciptakan” tuturnya.

Dekan FAI Unissula, M Muhtar Arifin Sholeh menjelaskan kajian ini merupakan kerja sama Unissula dan Global University Lebanon. Ia berharap ada program pertukaran mahasiswa maupun dosen. “Semoga ada jaringan kerja sama setelah ini,” jelasnya. (fgr/web/bas)

Baca juga:  Genjot UMKM dengan Digital Marketing

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya