alexametrics

Latih Kepekaan Sosial, Siswa SMP IT Harapan Bunda Gelar Bakti Sosial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Manfaatkan momentum Ramadan, SMP IT Harapan Bunda (Spanda) Semarang melaksanakan bakti sosial. Sejumlah alat ibadah dan Alquran ditasyarufkan kepada santri penghafal Alquran .

Bersamaan dengan giat pesantren Ramadan, turut mengundang santri Pondok Pesantren Nurul Falah, Penggaron Kidul, Pedurungan. Setidaknya ada delapan santriwan dan tujuh santriwati yang menerima santunan. Selain itu, juga mengikuti rangkaian buka bersama bersama guru, karyawan dan seluruh siswa.

Kepala SMP IT Harapan Bunda, Rianda Herlan Sapta Aji, S.Pd.,M.Pd. mengatakan giat ini merupakan  yang pertama sejak pandemi. Sebelumnya, agenda baksos dan pesantren Ramadan rutin dilaksanakan tiap tahun. Kali ini, bekerja sama dengan Lazisha (Lazis Harapan) dengan misi berbagi alat ibadah dan Alquran.

Baca juga:  Polri Gelar Baksos, Bagikan Sembako hingga Pengobatan Gratis

“Ini merupakan wujud kepedulian dan bakti Spanda kepada pihak yang membutuhkan khususnya tetangga dan sekitarnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang (15/4/2022).

Kegiatan berlangsung meriah. Para siswa antusias mengikuti setiap agenda. Bahkan, terlihat seru dan asyik mendengarkan tausiyah dari ustad Usep Badruzzaman.

Rianda mengungkapkan, kegiatan ini penting dilaksanakan. Sebab, siswa akan mendapatkan indahnya persaudaraan (ukhuwah) dengan berbagi. Selain itu memompa semangat siswa agar menjaga ketaatan dalam menjalankan puasa. “Diantaranya salat berjamaah, zikir al-ma’tsurat, buka bersama, tarawih, dan bakti sosial,” ucapnya.

Ia menambahkan, selain menuntut ilmu umu siswa dituntut untuk belajar agama. Terpenting, melatih kepekaan sosial dengan berbagi kepada yang membutuhkan. Sehingga hal tersebut menjadi pembelajaran bagi siswa untuk berbagi bagaimanapun caranya. “Mengajarkan anak berbagi walaupun ada keterbatasan apa yang kita miliki,” tandasnya.

Baca juga:  Pelaku UMKM Semakin Optimistis Kondisi Akan Lebih Baik

Bagi Spanda, momen Ramadan dianggap sebagai bulan pembelajaran. Siswa dituntut memperbanyak amalan harian. Melalui buku mutaba’ah (evaluasi harian), guru dapat mengawal aktivitas siswa. “Harapannya ada peningkatan kualitas dari bulan sebelumnya,” pungkasnya. (cr3/web/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya