alexametrics

Ingatkan UPT Eks Karesidenan Semarang dan Solo Pentingnya Mitigasi Risiko

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah A Yuspahruddin kembali memberikan penguatan dan pengarahan kepada jajarannya. Hal ini dilakukan dalam upaya mitigasi risiko. Penguatan ini diberikan pada 20 Kepala UPT Pemasyarakatan di wilayah Eks-Karesidenan Semarang dan Solo.

“Memitigasi risiko kemungkinan yang akan bisa terjadi di tempat kita. Mitigasi risiko itu ada banyak hal, di Lapas Rutan salah satu yang paling utama itu narapidananya,” ujar Yuspahruddin yang didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Supriyanto.

Lebih lanjut Kakanwil memberikan beberapa poin yang perlu menjadi perhatian jajarannya, yakni melarang adanya tindak kekerasan di lapas dan rutan, memberikan hak WBP sebaik-baiknya, jangan sampai ada pungutan liar terhadap pelayanan bagi WBP dan peredaran HP bahkan narkoba.

Baca juga:  Kakanwil Kemenkumham Jateng Ajak Jajarannya Proaktif dan Kritis

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan mitigasi risiko bagi pegawainya. Misalnya kondisi di Bapas. “Tolong dijaga jangan sampai ada pungutan karena jumlah Pembimbing Kemasyarakatan sedikit, namun WBP banyak sehingga mengharuskan mengerjakan litmas dengan cepat. Jangan sampai Pembimbing Kemasyarakatan meminta bantuan berupa penarikan biaya untuk litmas,” tuturnya.

Ia juga menyentil pembangunan Zona Integritas. Kakanwil  mengajak jajarannya untuk bekerja extra role. Ia juga menekankan bahwa selain bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, seluruh pegawai juga harus bisa mengerjakan pekerjaan tambahan mandatory

“Zona Integritas itu tugas berat sekali, sekarang ini lebih sulit. Oleh karena itu rekan-rekan laksanakan tugasnya dengan bekerja keras, extra role, dan bekerja melebihi kemampuannya,” pesan Kakanwil. (ifa/web/bas) 

Baca juga:  Kemenkumham Jateng Gelar Sosialisasi dan Simulasi Layanan Pendaftaran Perseroan Perorangan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya