alexametrics

Kemenkumham Jateng Verifikasi Permohonan Kewarganegaraan Indonesi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah melalui Divisi Pelayanan Hukum dan HAM menggelar rapat verifikasi permohonan Kewarganegaraan Republik Indonesia terhadap seorang Warga Negara Asing. Permohonan pewarganegaraan tersebut diajukan oleh He Xing, warga negara asal China.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Tengah, Bambang Setyabudi memimpin jalannya rapat verifikasi didampingi Kepala Bidang Hukum, A. Yosi Setyawan dan Kasubbid AHU, Widya Pratiwi Asmara. Hadir untuk mewawancarai pemohon yang merupakan seorang wirausahawan. Bambang mengatakan, kegiatan verifikasi ini merupakan salah satu rangkaian yang perlu dilalui untuk memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia.

“Kegiatan verifikasi permohonan Kewarganegaraan Republik Indonesia merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap ada permohonan Kewarganegaraan, sehingga apapun nanti pertanyaan yang diajukan sudah sesuai standar,” ujar Bambang.

Baca juga:  Dibuka KSP Moeldoko, Final PPE 2021 Tampilkan 200 Atlet

Selanjutnya, Bambang mengawali wawancara dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada He Xing dan di lanjutkan pertanyaan serta saran wejangan dari Tim Evaluasi Terpadu.

Tim Evaluasi Terpadu tersebut beranggotakan dari unsur Polda Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinpermadesdukcapil Prov. Jateng, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah dan Kanwil DJP Jawa Tengah.

“Ikuti aturan yg berlaku di Indonesia, lakukan bisnis yang benar jangan sampai ada peredaran narkoba atau perbuatan menyimpang lainnya.” Ujar Fanky, Perwakilan dari Polda Jateng.

“Ketika nanti sudah berhasil menjadi WNI, pesan kami untuk taat, loyal dan patuh terhadap NKRI, Pancasila dan Peraturan Perundang-Undangan.” Pesan perwakilan Kemenag.

Baca juga:  English For Ulama Batch II: Dakwah Keindahan Islam kepada Dunia

Sebagai informasi, setelah tahap Verifikasi ini selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan fakta aktual di lapangan untuk membuktikan jawaban saat wawancara ini jujur dan tidak ada kebohongan. (ifa/web/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya