alexametrics

Unimus Wisuda 309 Mahasiswa secara Hybrid

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali mewisuda 309 mahasiswanya dari delapan fakultas, Selasa (22/2) di Gedung Serba Guna. Wisuda ke-36 itu digelar secara hybrid lantaran adanya lonjakan kasus covid-19 akhir-akhir ini.

Wakil Rektor I Budi Santosa menyampaikan mahasiswa Unimus menyelesaikan studi dengan predikat Cumlaude sebanyak 45,96 persen, sangat memuaskan sebanyak 52.10 persen dan dengan predikat memuaskan sebanyak 1.94 persen.

“Sebanyak 309 wisudawan terdiri dari 55 lulusan Profesi dokter, dokter gigi dan profesi Ners, 91 lulusan program Sarjana, 10 lulusan program Pascasarjana dan 153 lulusan Diploma,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gambaran masa studi lulusan wisuda ke-36 ini menunjukkan performa baik. Sebanyak 74 persen lulusan profesi dokter lulus tepat waktu. Sebanyak 88,46 persen program S1 menyelesaikan studinya dalam waktu 3,5 hingga 4 tahun. Sebanyak 100 persen Program Magister lulus tepat waktu dan sebanyak 90,02 persen program diploma menyelesaikan masa studinya dalam waktu 3 tahun.

Baca juga:  UIN Walisongo Ciptakan Lulusan Toleran dan Wasathiyah

Pada sambutannya, Rektor Unimus Masrukhi mengatakan Para wisudawan harus terus menerus belajar, learning for the whole life. Tak lupa menempa diri melalui kurikulum dunia nyata yang ada dalam kehidupan masyarakat. Semua ilmu, keahlian, ketrampilan, bekal pengetahuan dan nilai-nilai agama yang diperoleh harus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap alumni Universitas Muhammadiyah Semarang dapat selalu menjaga nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia, Agama Islam, Muhammadiyah dan almamater,” pesannya kepada para wisudawan.

Lebih lanjut, untuk meningkatkan kualitas lulusan yang unggul, Unimus tengah mengembangkan beberapa fasilitas pendukung. Diantaranya pembangunan gedung Fakultas Teknik dan MIPA, Rumah Sakit Pendidikan dan Ponpes Putra KH Sahlan Rosjidi.

Baca juga:  IAIN Salatiga Ajukan Jadi UIN

“Unimus juga telah menyelesaikan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) dan pembangunan Klinik Pratama,” tandasnya.

Pada usia yang ke-21 tahun, pihaknya mengembangkan jaringan kerjasama dengan sejumlah instansi dan Perguruan Tinggi di luar negeri sebanyak 144 International Collaboration. Yakni meliputi program double degree, dual degree, fast track, collaboration research, visiting Professor, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kerjasama dalam tri dharma perguruan tinggi. (taf/web/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya