alexametrics

Lelah, Pegal, Susah Kosentrasi, Cek Deh, Siapa Ada Masalah Autoimun!

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jangan sepelekan tanda-tanda seperti ini. Cepat lelah, pegal otot, ruam kulit, demam ringan, rambut rontok, sulit konsentrasi, kesemutan tangan dan kaki. Bisa jadi itu gejala autoimun, salah satu penyakit yang belakangan baru disadari, untuk diwaspadai.

Autoimun itu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Semacam senjata makan tuan. Sistem kekebalan di dalam tubuh itu diciptakan untuk menjaga dari serangan organisme asing, seperti virus dan bakteri. Mereka akan bereaksi cepat dengan melepas protein antiboni, ketika ada penyakit masuk.

Namun, pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh mendeteksi sel tubuh yang sehat justru sebagai organisme asing, seperti penyakit yang masuk. Maka antibodi dilepaskan tubuh untuk menyerang sel-sel sehat tersebut. Karena itu, autoimun ini sangat berbahaya, karena gejalanya berbeda-beda.

Baca juga:  UU Cipta Kerja Mendorong Pengembangan Industri Halal

Lalu bagaimana mendeteksi autoimun dengan tepat dan presisi? Solusinya: cek ke laboratorium.“CITO terus mengembangkan pemeriksaan di bidang autoimun, agar bisa tertangani dan dapat dimonitor  dengan baik,” kata dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, Sp.PK, Direktur Utama Laboratorium Klinik CITO pada Acara Webinar Comprehensive Autoimun Management bersama IDI Kota Semarang dan Perhimpunan Reumatologi Indonesia, 14 Januari 2022 lalu.

Ketua Perhimpunan Reumatologi Indonesia Cabang Semarang, dr Bantar Suntoko, Sp.PD, K-R, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan pemeriksaan kedokteran itu semakin canggih.

Dari laboratorium yang mendukung proses diagnosis, sampai para klinisi yang makin kaya ilmu terbaru. “Kegiatan ini bagus untuk memberi gambaran kepada para klinisi dalam mendiagnosa dan mengelola penyakit autoimun, sehingga bisa menangani secara tepat,” jelasnya.

Baca juga:  UI Samarinda dan Bulls Esports Kampiun Super Esports Series Season 1

Beragam gejala dan tanda-tanda yang bisa dirasakan penderita autoimun ini. Penyebabnya, belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit autoimun.

Seperti, rata-rata perempuan, punya Riwayat autoimun di keluarga, obesitas, atau berat badan yang over, kebiasaan merokok, sering menggunakan obat yang mempengaruhi kekebalan tubuh, seperti obat simvastatin atau antibiotic, terpapar bahan kimia atau cahaya matahari, infeksi bakteri atau virus, dan lainnya.

Laboratorium Klinik CITO sudah mampu mengerjakan beberapa parameter autoimun dan rematik, antara lain ANA Immunofluorescence, ANA Profile, Ana Elisa, Sel LE (Lupus Erythematosus) , LE Tes, Anti Ds DNA, IgM/IgG ACA, IgM/IgG B2GPI, Anti CCP  dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Beri Hadiah Miliaran lewat BritAma FSTVL, Nasabah Tabungan BRI Tumbuh 166,32 %

Lebih jauh, dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, Sp.PK menyarankan, jika mengalami gejala yang mendekati ciri-ciri autoimun, segeralah konsultasi ke dokter.

“Laboaratorium Klinik CITO menyediakan layanan konsultasi dokter online melalui layanan Ready dokter. Reservasi secara online sekarang di manapun dan kapanpun, dokter kami selalu ready untuk layanan konsultasi Kesehatan,” ungkap Dyah Anggraeni. (*/web/isk)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya