alexametrics

Berkat Bantuan Mesin Huller, Petani Kopi Dusun Sirap Bisa Raup Untung Maksimal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Rahayu IV, Dusun Sirap, Desa Kelurahan, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Tim Pengabdian kepada Masyarakat PPPUD-Undip memberikan bantuan mesin huller yang didesain khusus memiliki mobilitas tinggi

Tim yang terdiri dari Drs. Sutrisno, MT, Mohammad Endy Yulianto, ST, MT, Didik Ariwibowo, ST, MT  dan Riana Sitawati, SE, M.Sc, Ph.D memberikan bantuan setelah mereka melihat potensi Dusun Sirap dan desa sekitar Gunung Kelir yang mayoritas penduduknya berprofesi petani kopi.

“Dengan luas lahan tanaman kopi yang mencapai lebih dari 50 hektare di sekitar gunung kelir dan hasil lebih dari 90  ton kopi per tahun, kami mendorong untuk meningkatkan nilai bisnis usaha pengolahan kopi,” ungkap Drs. Sutrisno, MT.

Namun ada permasalahan dalam pengolahan kopi tersebut yaitu proses pengupasan harus menggunakan jasa luar dan harus membawa biji kopi ke tempat pengupasan. Dengan demikian petani terbebani biaya jasa dan transportasi.

“Melihat kondisi ini, kami memberikan bantuan mesin huller kopi yang digunakan untuk proses pengupasan biji kopi. Mesin huller didesain khusus untuk dapat dipindah-pindahkan atau mobile sehingga konsepnya adalah mesin ditempatkan di pusat-pusat panen kopi,” tutur Sutrisno.

Dengan demikian petani tidak perlu jauh-jauh pergi untuk mengupaskan biji kopinya. Mesin huller yang di buat tim Sekolah Vokasi Undip ini menggunakan sistem rotary hammering dengan kapasitas 600 kg/jam yang digerakkan dengan mesin diesel 22 HP. Mesin yang telah dioperasikan  di beberapa desa ini, menurut Sutrisno, telah menghasilkan keuntungan bersih Rp 600/kg.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Rahayu IV Dusun Sirap, Ngadiyanto mengungkapkan, bantuan mesin huller kopi ini, sangat membantu mengurangi beaya produksi hingga Rp 600/kg yang mereka keluarkan. Bahkan, saat ini Kelompoknya telah menerima order pengupasan dan order sewa mesin dari beberapa desa tetangga.

“Bahkan kami sudah menerima order  pengupasan dan order sewa mesin di beberapa desa tetangga. Order rata-rata 2500 kg per hari dengan ongkos Rp. 600/kg. Setelah dikurangi biaya operasional dan bahan bakar, masuk kas Rp. 500.000 per hari. Sehingga dalam satu bulan (24 hari operasi rata-rata) bisa mendapatkan 12 juta dari bisnis dengan mesin huller ini,” ujarnya bahagia.

Ngadiyanto mengaku bersyukur, mendapat bantuan dari  Tim Pengabdian kepada Masyarakat PPPUD-UNDIP, yang merupakan salah satu bentuk implementasi teknologi tepat guna yang merupakan karya inovasi Tim Dosen Undip. Dengan bantuan mesin tersebut diharapkan petani kopi di dusun Sirap dapat meningkatkan usahanya. (sls/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya