alexametrics

Bank Indonesia Jadikan Undip Duta QRIS dan Bantu Dua Unit Ambulance

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bank Indonesia (BI) Jateng mencanangkan Universitas Diponegoro (Undip) sebagai Duta QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Campus. Ini merupakan kampus pilot project Duta QRIS, untuk kemudian diterapkan ke kampus lain atau lembaga lain.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Jateng Pribadi Santoso dalam acara peluncuran Program Duta QRIS Campus dan penyerahan dua unit mobil ambulance melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan BI Mengajar yang sudah diikuti tiga ribu lebih mahasiswa. Ambulance diserahkan oleh Pribadi Santoso kepada Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH M.Hum di halaman Gedung Widya Puraya Kampus Undip Tembalang Senin (6/12).

“Pandemi Covid-19 ini, membawa kita ke suatu lompatan besar menuju digitalisasi pada hampir seluruh sisi kehidupan. Jika sebelumnya dapat dengan bebas bertransaksi, saat ini diperlukan inovasi pembayaran nir sentuh yang terdigitalisasi,” kata Pribadi Santoso.

Untuk itu, Bank Indonesia berinovasi dengan menstandarisasikan seluruh QRIS. Saat ini telah terdapat lebih dari 12 juta merchant QRIS di seluruh Indonesia. Semarang sendiri mengalami pertumbuhan merchant QRIS yang sangat signifikan sebesar 109 persen (yoy) dalam kurun waktu satu tahun. Saat ini tercatat 231.789 merchant QRIS pada November 2021.

Baca juga:  Ini Bukti 5 Kamera Galaxy Z Fold 3 Bisa Hasilkan Foto Maksimal

“Kami berharap sektor pendidikan dapat terus menerapkan digitalisasi. Akademisi Undip telah fasih dalam memanfaatkan teknologi dengan menggunakan metode pembelajaran digital. Sehingga penerapan digitalisasi ini tidak hanya di sektor pembelajaran, namun dalam kehidupan sehari-hari dapat mengoptimalkan pemanfataan teknologi melalui kanal pembayaran non tunai,” harapnya.

Saat ini, piloting kanal pembayaran digital QRIS telah diimplementasikan sejak akhir September 2021 oleh kalangan internal Undip berupa pembayaran denda keterlambatan hingga pembayaran sewa Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) maupun oleh kalangan eksternal seperti pembayaran di SPBU Undip dan Undip Inn (penginapan Undip).

Dengan dicanangkannya Undip sebagai Duta QRIS hari ini serta dimulainya pembelajaran tatap muka, Pribadi yakin volume transaksi QRIS di wilayah Undip dapat terus meningkat dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh pengguna baik di kalangan internal Undip maupun kalangan eksternal Undip.

Baca juga:  Sebelum Ditertibkan, PKL Simongan Raya Sudah Dapat 'Bocoran'

“Ke depan, kami berharap agar seluruh ekosistem pembayaran yang ada di Undip juga dapat memanfaatkan kanal pembayaran digital QRIS dalam setiap kegiatannya agar dapat semakin mendukung proses pembayaran secara cepat, mudah, murah, aman dan handal (CEMUMUAH),” katanya.

Terkait bantuan ambulance, kata Pribadi Santoso, meski perkembangan Covid-19 melandai, namun tetap harus waspada dengan varian baru yang memang belum mausk ke Indonesia. Selain itu, waspada juga dengan liburan Natal dan tahun baru besok. “Meski tidak memanggil covid, tetap harus waspada. Tentu penggunaan ambulan ini akan membantu tugas tenaga kesehatan dalam menangani pandemi atau kegiatan lainnya,” kata Pribadi Santoso.

Prof Yos Johan pun merasa terbantu dengan bantuan tersebut. Apalagi Undip selama ini hanya bisa mengandalkan satu unit ambulance yang stand by di Rusunawa yang dihuni 500 lebih mahasiswa Undip. Sedangkan ambulance milik Rumah Sakit Nasional Diponegori (RSND) memiliki beberapa unit ambulance besar yang susah melalui jalanan sempit. “Punya kami ambulance Grandmax yang masih sederhana. Ini Alhamdulillah, mendapatkan bantuan dua unit ambulance yang standarnya sudah bagus,” katanya.

Baca juga:  BRI Dorong Keberlanjutan UMKM Naik Kelas melalui Digitalisasi

Terkait pencanangan Duta QRIS, Undip saat ini memiliki 60 ribu mahasiswa. Sejauh ini sudah memanfaatkan digitalisasi perkuliahan, termasuk pemanfaatan QRIS. “Kami akan meningkatkan pemanfaatan QRIS lebih luas lagi,” katanya.

Wakil Rektor III Undip Dwi Cahyo Utomo SE MA Ph.D menambahkan, absensi kuliah di Undip sudah memanfaatkan QRIS. “Kami akan melakukan digital money atau serba cashless yang terhubung dengan multi bank untuk memudahkan pembayaran. Karena itu, Duta  QRIS ini juga masuk ke dalam pembinaan inkubasi bisnis kami,” imbuhnya. (ida/bis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya