alexametrics

Carica dan Mi Ongklok Antarkan Wonosobo Raih Anugerah Kabupaten Kota Kreatif 2021

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kabupaten Wonosobo bersama 11 kabupaten/kota di Indonesia meraih penghargaan bergengsi tingkat nasional. Yakni Anugerah Kabupaten-Kota (KaTa) Kreatif 2021. Penghargaan diberikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahudin Uno kepada Wakil Bupati Wonosobo Drs Muhammad Albar pada acara Puncak Penetapan KaTa Kreatif 2021 di Hotel Swissbell Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (30/11).

Kabupaten Wonosobo ditetapkan sebagai KaTa Kreatif 2021 sub sektor kuliner. Yakni mengembangkan dua kuliner khas, carica dan mi ongklok.

Dua kuliner khas ini merupakan ikon wisata kuliner Wonosobo. Diharapkan dengan sub sektor kuliner yang jadi unggulan ini, akan menarik sub setor-sub sektor ekonomi kreatif lainnya untuk berkembang.

”Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo atas anugerah penghargaan 11 Kabupaten/Kota Kreatif se-Indonesia dari Kementerian Parekraf. Penghargaan ini harus menjadi pemicu dan pemacu untuk berbuat lebih giat lagi membangun Wonosobo. Khususnya pembangunan perekonomian dari berbagai sektor. Apalagi di saat masih dalam situasi pandemi Covid-19 maka kreativitas dan inovasi-inovasi baru harus terus-menerus kita gali bersama menuju Wonosobo yang berdaya saing, maju dan sejahtera. Kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo saya ucapkan selamat atas penghargaan ini dan terus mendorong agar perekonomian masyarakat terus menggeliat dan bergairah,”tandasnya usai menerima penghargaan.

Baca juga:  Mendag Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Tren Pertubuhan Ekonomi Hijau

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo, S.Sos menyampaikan kunci utama keberhasilan pencapaian Wonosobo sebagai KaTa Kreatif 2021, didukung kolaborasi antar-elemen ekraf yang terdiri dari usnur ABCGM.

“Upaya kolaboratif antara elemen ABCGM ini menjadi kunci pokok pencapaian dan keberlanjutan pengembangan ekraf di Wonosobo. Rantai proses ekonomi kreatif yang meliputi proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi, sangat membutuhkan upaya kolaborasi antarstakeholder. Saatnya kita bergandeng tangan berkolaborasi untuk mewujudkan Wonosobo Maer,” paparnya.

Proses penetapan sebagai Kata Kreatif 2021 diawali dengan keikutsertaan Kabupaten Wonosobo mengikuti uji petik PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif) pada 2018 yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Berkraf). Waktu itu melibatkan pelaku ekonomi kreatif di Wonosobo melakukan penilaian mandiri.

Baca juga:  Usung Hastag #JadiBisa, XL Axiata Dorong Masyarakat Manfaatkan Teknologi Digital Secara Positif

Hasil PMK3I tahun 2018 menghasilkan 3 sub sektor ekonomi kreatif unggulan. Yaitu kuliner, seni pertunjukan dan fotografi. Setelah dilakukan verifikasi lapangan, tim uji petik PMK3I merekomendasikan sub sektor kuliner dijadikan sebagai pengungkit bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo, dan kuliner yang memiliki nilai tambah karena kekhasannya. Yaitu buah carica yang hanya tumbuh di Kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pada tahun 2012 carica sudah ditetapkan sebagai Indikasi Geografis Kabupaten Wonosobo serta tanaman carica ini diupayakan sebagai bagian dari konservasi alam meminimalkan kerusakan Dieng.

Penganugerahan ditetapkan bagi kabupaten kota yang telah melakukan uji petik PMK3I dan menindaklanjuti rekomendasi dari tim PMK3I. Penilaian terdiri 7 aspek yang meliputi kolaborasi elemen ekonomi kreatif (ABCGM-academic, business, community, government, media), rantai proses pengembangan ekonomi kreatif, backward-forward linkage, tata kelola pengembangan ekonomi reatif, manfaat ekonomi, ketahanan sosial budaya dan ketahanan lingkungan.

Baca juga:  CEO XL Axiata Raih “Apresiasi Perempuan Hebat Indonesia 2019”

Pada kesempatan tersebut Menteri Sandiaga Uno mengajak para pelaku ekonomi kreatif menerapkan gerakan 3G yaitu gercep, gerak cepet, geber gerak bersama dan gaspol garap semua potensi lokal.

“Gerakan 3G ini merupakan implementasi dari program pengembangan KaTa Kreatif untuk menggali, memanfaatkan, menumbuhkembangkan, mengelola, dan mengkonservasi kreativitas serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seni, dan budaya untuk mengembangkan potensi lokal,” papar Sandiaga mengenai 3G. (git/lis/bis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya