alexametrics

Bank Indonesia Dorong Pedagang Pasar Kaliwungu Gunakan QRIS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL —Bank Indonesia (BI) mendorong pasar-pasar tradisional untuk mulai beralih ke transaksi non tunai. Yakni menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi jual beli.

Demikian dikatakan Kepala BI Perwakilan Jateng, Pribadi Santoso saat meluncurkan Pasar Kaliwungu Siap QRIS di Pasar Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Kamis (25/11). Dalam kesempatan tersebut dihaditi Anggota DPR RI Komisi XI H Alamuddin Dimyati Rois, S.Sos, Bupati Kendal Dico Ganinduto B.Sc, Pgs Pemimpin BNI Kantor Wilayah Semarang Indra Novianto Sibarani, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal Drs Ferinando Rad Bonay, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kaliwungu Faisal Amri, Ketua Yayasan IKAF Cabang Kendal, Ketua Gapoktan Sari Makmur, Ketua Gapoktan Dewi Sri, dan para pedagang Pasar Kaliwungu.

Menurut Pribadi transaksi nontunai saat ini dibutuhkan, terlebih di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dengan transaksi nontunai ini dapat meminimalisasi penularan virus Covif-19 dan kuman penyebab penyakit. Selain itu transaksi tercatat di perbankan. Sehingga terjamin uang yang masuk. “Apalagi membawa uang tunai rawan pencurian dan hilang,” katanya, kemarin (25/11).

Pasar sebagai tempat bertemu dan bertransaksi jual beli. Hal ini tidak lagi bisa dilakukan dalam masa pandemi seperti saat ini. Risiko terpapar sangat besar saat transaksi langsung. Dengan adanya program Pasar SIAP QRIS ini bertujuan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan, efisiensi, praktis, dan higienis tanpa tatap muka.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi secara digital tanpa melalui sentuhan, QRIS memberikan banyak keuntungan bagi para pedagang dan kalangan UMKM serta pembeli.

Pribadi Santoso menjelaskan jika Pasar Kaliwungu merupakan salah satu proyek percontohan. Harapan dengan transaksi ini mengurangi risiko bersentuhan dan juga aman dari pencurian. “Karena transaksi uang langsung masuk ke rekening,” jelasnya.

Program SIAP QRIS akan terus diperluas ke berbagai pasar maupun pusat perbelanjaan lainnya untuk semakin meningkatkan penggunaan QRIS sebagai solusi pembayaran nirsentuh yang lebih higienis. Tujuannya untuk mengawal Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dia jelaskan, merchant pengguna QRIS di Jateng mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 134,2 persen (yoy) dari 457.343 pada November 2020 menjadi 1.070.982 merchant pengguna QRIS di November 2021. Sementara itu, merchant pengguna QRIS di Kabupaten Kendal meningkat 155,2 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan Jateng.

Pasar Kaliwungu yang baru saja direvitalisasi pada tahun 2020 pascakebakaran hebat di tahun 2017 ini memiliki 957 pedagang yang terdiri atas 480 pedagang los, 150 pedagang kios, dan 327 pedagang dasaran. Dibangunan seluas 11.960 m2 ini, dijual berbagai komoditas kebutuhan masyarakat sehari-hari hingga perhiasan emas. Saat ini pedagang Pasar Kaliwungu masih menikmati fasilitas bebas retribusi yang diberikan oleh Pemkab Kendal.

“Kami sangat mengapresiasi 200 pedagang Pasar Kaliwungu yang mulai dapat menerima digitalisasi melalui implementasi QRIS yang CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal) yang telah disediakan oleh BNI,” jelasnya.

Selain itu, Pasar Kaliwungu telah menjadi piloting Pasar SIAP. Program ini merupakan kerjasama Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia ditingkat pusat. Nantinya Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, dan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) akan memonitor implementasi QRIS di Pasar Kaliwungu ini.

“Kami berharap, dengan diluncurkannya Pasar Kaliwungu sebagai Pasar SIAP QRIS, maka jumlah pedagang yang memiliki QRIS akan semakin bertambah. Kami harapkan juga kehadiran QRIS dapat meningkatkan daya saing pedagang Pasar Kaliwungu karena menyediakan pilihan cara transaksi sesuai dengan tren perkembngan teknologi terkini,” harapnya.

Iswatun salah satu pedagang di Pasar Kaliwungu mengaku transaksi pembayaran melalui QRIS ini banyak manfaatnya. “Saya berharap semua pembeli bisa menggunakan QRIS ini sebagai transaksi pembayaran karena aman dan nyaman,”ujar Iswatun

Program Pasar SIAP QRIS di Pasar Pagi Kaliwungu, kerjasama dengan Bank BNI dalam penerapan SIAP QRIS ini. Muhammad Jauhari mewakili BNI Kanwil 05 Semarang berharap metode belanja non tunai ini bisa diterapkan untuk keamanan bersama dari Covid-19.

“QRIS merupakan cara aman kita untuk bertransaksi karena tidak perlu secara langsung. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang tidak disarankan adanya pertemuan atau transaksi langsung,” ujar Muhammad Jauhari. Banyak kemudahan yang diterima dari pelaksanaan pembayaran dan transaksi non tunai ini.

Bupati Kendal Dico Ganinduto mengapresiasi pilihan Indonesia dan berharap semua pasar di Kabupaten Kendal bisa menggunakannya. “Ini tidak akan berhenti sampai disini karena transaksi seperti ini sudah saatnya diterapkan,” ujar Dico.

Pihaknya sudah memerintahkan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten untuk merealisasikan kemudahan transaksi dengan menggunakan QRIS ini. (bud/ida/web/ap)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya