alexametrics

Hotel Syariah Investasi Strategis, Dukung Magelang Kota Religi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Luas Kota Magelang yang hanya 18,54 kilometer persegi tidak membuat kota ini kehilangan daya tarik sebagai Kota Jasa. Secara geografis, kota ini terletak di persilangan jalur ekonomi Semarang-Magelang-Yogyakarta dan Purworejo. Selain itu, berada di tengah jalur wisata Yogyakarta-Borobudur-Kopeng dan dataran tinggi Dieng Wonosobo.

Tidak heran, jika kota kecil ini ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) kawasan Purwomanggung (Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang dan Kota Magelang).

Kota yang memiliki 3 kecamatan dan 17 kelurahan ini pun menjadi penyokong daerah-daerah sekitarnya. Di antaranya di bidang perbankan, telekomunikasi, perhotelan, perdagangan, termasuk ragam kuliner yang legendaris.

Kemudian di bidang pendidikan, Kota Magelang memiliki sekolah-sekolah taraf nasional yang berprestasi, dari jenjang SD sampai SMA. Begitu pula perguruan tinggi negeri dan swasta yang diminati mahasiswa dari berbagai daerah.

Baca juga:  MPP Kota Magelang Punya 300 Jenis Layanan

Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengatakan dibutuhkan peran banyak pihak untuk memperkuat citra Kota Magelang sebagai kota jasa. Menurutnya, masih banyak celah peluang investasi yang strategis di kota ini, salah satunya hotel syariah.

Menurut dokter Aziz, keberadaan hotel syariah akan menambah lengkap ragam pelayanan bagi para tamu atau wisatawan yang menginap di Kota Magelang.
“Kita masih membuka peluang itu. Perizinan akan kita bantu, dan kita pastikan tidak ada pungutan liar (pungli),” kata dokter Aziz.

Hal senada dikatakan Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur. Ia mendukung tumbuhnya hotel syariah wilayah ini karena sejalan dengan keinginan Pemkot Magelang mengajak warganya semakin religius. “Apalagi kita juga sebagai Kota Religi. Indikatornya juga harus ada hotel syariah,” ungkap Mansyur.

Baca juga:  Penyemprotan Disinfektan untuk RW 04 Desa Tenggelis Kabupaten Kudus, Hari ke-3 Aksi Jogo Kampung Minyak Kayu Putih Cap Gajah

Menurutnya, hotel syariah cocok dikembangkan dengan menawarkan fasilitas dan pelayanan yang membuat nyaman tamu. Sesuai dengan jenisnya maka pelayanan hotel syariah tidak berbenturan dengan norma agama maupun sosial.

“Nggak ada praktik terselubung berbuat kemaksiatan di hotel syariah,” tutur Mansyur.

Mansyur optimistis hotel syariah akan diminati sehingga diharapkan turut membantu terwujudnya Kota Magelang yang maju, sehat, dan bahagia.

Perizinan Tidak Berbelit
Oleh karena itu, Pemkot Magelang berkomitmen menjadikan Kota Magelang sebagai kota ramah investasi dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang Muchamad Abdul Azis menjelaskan, proses pelayanan perizinan di Kota Magelang tidak berbelit. Perizinan dengan survei akan selesai dalam waktu 5 hari, sedangkan tanpa survei selesai dalam 2 hari.

Baca juga:  Tunggu Sertifikasi Padi Sri Mulyo

“Kami bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan (SP), sehingga pemohon mendapatkan kepastian pelayanan dalam perizinan,” terang Azis.

Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas daring untuk memudahkan kepengurusan perizinan dan non-perizinan, melalui aplikasi OSS , aplikasi Simpadu dan aplikasi Sicantik. (prokompim/mgl)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya