alexametrics


Mata Uang Kripto Lokal, Memangnya Ada?

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID – Mata uang kripto atau crypto currency belakangan ini semakin meningkat popularitasnya di tingkat Internasional dan begitu juga di Indonesia. Terbilang untuk saat ini telah hadir belasan ribu mata uang kripto di pasaran, dan investor asset kripto di Indonesia sudah mencapai lebih dari 5 juta orang. Jumlah tersebut meningkat pesat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Setidaknya ada beberapa hal yang harus dicermati oleh para peminat mata uang kripto, yaitu penggunaan teknologi digital kriptografi, transaksi yang diverifikasi dan dicatat dalam program blockchain, skema ekonomi (tokenomy) pada whitepaper dan underline project atau proyek aset kripto tersebut. Jadi sebaiknya pilihlah mata uang kripto yang memiliki beberapa hal tersebut di atas.

Di tengah keriuhan pasar mata uang kripto, apakah masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen saja? Lalu apakah ada mata uang kripto yang berasal dari Indonesia?

Jawabannya, ada. Indonesia bukan hanya menjadi penonton atau konsumen saja melainkan sudah ada beberapa mata uang kripto dari Anak Bangsa, dan diantaranya telah menggunakan teknologi blockchain. Salah satunya SPY yang merupakan kepanjangan dari SmartyPay.

SmartyPay diluncurkan sekitar Bulan Juli yang lalu dan peminatnya semakin meningkat. Pada periode pra penjualan (pre-sale), sudah ada sekitar 2.500an holders SPY yang tercatat di Binance Smart Chain (BSC). Komunitas peminat SPY di Indonesia (https://t.me/SPYIndonesia) yang bergabung di platform percakapan online Telegram telah mencapai sektiar 3.000an anggota, sementara jumlah anggota komunitas SPY di tingkat Global (https://t.me/SPYGlobal) jumlahnya telah melebihi 4.000an anggota. Komunitas SPY di Telegram dalam minggu ini juga mulai merambah ke negara-negara lain, seperti India (https://t.me/SPY_India), RRT (https://t.me/spy_china), dan Turki (https://t.me/spy_turkey).

Mengapa SPY mampu menarik perhatian para peminat mata uang kripto, meskipun baru diluncurkan tiga bulan yang lalu? Hal tersebut dikarenakan SPY didukung dengan teknologi blockchain dan proyek aset yang telah lebih dulu berjalan sejak 4 tahun lalu.

Sementara mata uang kripto lain baru memulai proyek aset setelah mata uangnya diluncurkan, berbeda dengan SPY; Founder dan CEO SPY, Bapak Yanton Wirawan telah mempersiapkan proyek aset sejak 4 tahun lalu di Kota Bogor berupa usaha perdagangan retail dan grosir dengan menggabungkan konsep berbelanja offline serta online.

Konsep berbelanja tersebut didukung dengan jaringan warung serba ada di beberapa kota, platform belanja digital di Google Play, marketplace dan aplikasi toko kasir Smarty yang semuanya telah terintegrasi. Kedepannya, aplikasi toko kasir akan menjadi alat mining bagi SPY, sehingga para pemilik SPY bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk berbelanja maupun berjualan, sekaligus melakukan mining.

Bulan September ini SPY akan melantai di 4 platform perdangangan online mata uang kripto, yaitu di DigiAsset Indonesia tanggal 13, HotBit tanggal 15, CoinsBit di tanggal 22, dan CoinTiger tanggal 18. Bisa dipastikan peminat SPY akan meningkat pesat karena mereka bisa membeli langsung di platform perdagangan online apalagi SPY telah lolos audit keamanan Smart Contract dari perusahaan audit, Techrate.

Cari tahu lebih banyak tentang SPY di websitenya, di situ kita bisa membaca dengan seksama whitepaper, tokenomy, serta roadmap-nya di  https://spy-token.io/ dan ikuti perkembangan SPY Token melalui media sosial Twitter di https://twitter.com/PaySmarty .

Jadi, tunggu apalagi, apakah kita hanya akan jadi penonton dan menjadi konsumen mata uang kripto dari luar negeri atau mendukung mata uang kripto Anak Bangsa sendiri? (*/bas)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya