alexametrics

Siberkreasi Cetak 400 Penggerak Literasi Digital

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Siberkreasi mencetak 400 penggerak literasi digital. Untuk mendapat pemahaman mendalam, dalam Kelas Cakap Digital peserta dibekali empat materi utama beserta studi kasus yang didampingi pemateri dan fasilitator.

Salah satunya dalam kelas Budaya Digital peserta diberi penjelasan soal ketergantungan manusia pada perangkat digital dalam keseharian. Lalu untuk studi kasus, kelas dibagi beberapa kelompok untuk mengenalisa berbagai akun media sosial.

“Dari studi kasus dan diskusi, kita bener-bener paham materi sih,” ungkap Rai Rahman, salah satu peserta.

Selama empat hari peserta mendapat materi lainnya. Seperti mengenai Keamanan Digital yang membahas privasi data hingga kejahatan siber. Etika Digital  yang memaparkan kredit dan hak cipta di media digital. Kecakapan Digital yang mengulas strategi dan produksi konten di media sosial. Serta edukasi mengenai kelas komunikasi.

Baca juga:  BP2MI Lakukan Verifikasi Dokumen Terhadap 11.397 Calon Pekerja Migran

Pelatihan yang dimentori oleh 20 pembicara ini, diberikan secara intensif selama 7 jam per hari. Dengan cukup bekal peserta  diharapkan dapat membagikan ilmu yang diperoleh kepada orang lain. Baik sebagai mentor, pembicara, maupun dengan cara lainnya.

Menurut Biondi Sanda Sima, mentor Kelas Cakap Digital Siberkreasi X KUMPUL, pengembangan literasi digital ini bukan hanya tentang proteksi diri dari
hal-hal negatif di internet. Lalu mampu memproduksi konten-konten positif.
“Kita juga bisa menjadi agen untuk menyebarluaskan ilmu yang kita miliki untuk sesama,” tandasnya.

Tak hanya di Semarang, selama 27 Juli hingga 21 Agustus program ini juga digelar di beberapa kota besar lainnya. Seperti Bali, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Di kota ini, Siberkreasi bekerja sama dengan Impala Network.

Baca juga:  Bikin Video Sinematik dengan Fitur Epik Pro-Grade Camera dan S Pen Samsung S21 Ultra 5G

Seluruh rangkaian kegiatan digelar secara daring dan diikuti oleh lebih dari 3.000 pendaftar. Terdapat 800 pendaftar di Semarang. Namun hanya 400 yang terpilih. Banyaknya pendaftar tersebut, menggambarkan besarnya semangat masyarakat Indonesia pada kecakapan digital. (taf/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya