alexametrics

9.120 Mahasiswa Menari Warok, Ambalan Racana Unnes Raih Leprid

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kegiatan Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali mendapatkan apresiasi dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Kali ini, penghargaan diraih atas terselenggaranya OPKT dengan peserta terbanyak.

“Unnes menjadi satu-satunya di dunia yang melakukan kegiatan OPKT dengan jumlah peserta terbanyak yakni mencapai 9.210 peserta. Prestasinya adalah menari tari warok yang diikuti oleh mahasiswa baru secara virtual,” kata Ketua Umum Leprid Paulus Pangka, Sabtu (28/8/2021).

Prestasi ini, lanjutnya, merupakan kali ke empat yang di raih Ambalan Racana Wijaya/Tunggawijaya Gugus Depan 14.111 – 14.112 Unnes. Sementara, bagi Unnes sendiri, sudah mencapai angka ke 30. Leprid mencatat, rekor ini pada urutan ke 666.

Baca juga:  Platform Pemberdayaan Digital BRI Bantu Pelaku UMKM Naik Kelas

Ketua Gugus Depan Ambalan Racana Noorrochmat menjelaskan, konsep yang diusung kali ini adalah budaya Indonesia yang disatukan dengan nilai-nilai kepramukaan dalam filosofi warok. Panitia penyelenggara memberikan tugas kepada peserta berupa pembuatan dadung warok atau praktik tali temali. Setelah membuat, seluruh mahasiswa baru menari menggunakan potongan-potongan tari warok.

“Ada 8 fakultas yang menari warok kemudian di satukan menjadi kesatuan seperti fungsi tali menyatukan,” jelasnya.

Menurutnya, tari warok memiliki makna setia kepada prinsip dasar kepramukaan dan bentuk takwa kepada Tuhan dengan menghubungkan tali jiwa kepada Tuhan, bangsa negara, diri sendiri dan penghormatan pramuka yaitu satya dharma pramuka.

Selain itu, dikatakannya, pihaknya ingin menggabungkan aktualisasi nilai-nilai kepramukaan dalam edukasi budaya. Tari ini melambangkan seorang pramuka sebagai pandu yang terus menjaga 4 konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika yang terhimpun dalam pramuka satya, warok sebagai kesatria.

Baca juga:  Tanggap Bencana NTB dan NTT, BRI Group Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak

“Warok akan menjaga kesatuan. Adapun kaitannya dengan tari menggambarkan olah pikir, oleh jiwa, olah rasa, oleh raga dalam pramuka spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik karena orang menari butuh irogo, iromo, dan iroso. Itulah pendidikan karakter yang mencoba terintegral dalam penugasan pramuka,” paparnya.

Pendiri sekaligus Direktur Leprid, Paulus Pangka mengatakan gerakan yang digagas oleh Gugus Depan  Ambalan Racana Wijaya – Tunggawijaya Unnes, layak tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia pasalnya belum pernah ada di dunia, termasuk di Indonesia.

“Sehingga kami memberikan penghargaan terkait gerakan pramuka untuk memelihara salah satunya adalah menyatukan dan saling melengkapi,” katanya.

Dipilihnya Tari Warok pasalnya dalam menari warok maka penari harus melengkapi kebutuhan yang harus disiapkan yaitu tali warok atau dadung warok. Sehingga fungsi pioneering dapat di terapkan yaitu saling melengkapi.

Baca juga:  Bantu Pecepatan Vaksinasi, Unnes Raih Penghargaan

“Kegiatan ini sangat tepat untuk diperkenalkan oleh mahasiswa baru sebagai bekal bagi mahasiswa untuk memiliki kecakapan, dan ketrampilan dalam berkarya u bhntuk meneruskan masa depan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain,” jelasnya. (ifa/bas) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya