alexametrics


Jasa Raharja Serahkan Santunan Kecelakaan Maut Wonosobo

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Tiga orang meninggal dan tujuh lainnya luka-luka akibat kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Umum Wonosobo – Parakan, Dusun Gondang, Desa Candimulyo, Wonosobo Senin (21/6/2021) pagi.

Kecelakaan yang melibatkan sebuah truk, dua mini bus dan satu motor ini bermula dari Truk Mitsubishi DS bermuatan beras yangdikemudikan Eko Setio Pambudi bersama dengan Dhian Kristanto melaju dari arah Utara (Parakan) menuju ke selatan (Wonosobo).

Sewaktu melewati jalan turunan rem tidak berfungsi dengan baik dan kemudian menabrak    Mitsubishi Colt L-300 yang dikemudikan Nurwasih berpenumpang kurang lebih sepuluh orang  dan mengakibatkan mobil terseret kurang lebih sejauh 12 meter hingga masuk ke parit.

Bukannya berhenti, truk masih melaju dan kembali menghantam   Mitsubisihi Colt-T120SS yang dikemudikan Joko Santoso dan juga sepeda motor Yamaha Jupiter yang dikendarai Muhson. Truk baru berhenti setelah membentur pohon dan tiang Telkom kemudian masuk ke saluran irigasi di sebelah kanan jalan.

Akibat kejadian ini, tiga orang tewas, dan tujuh  orang mengalami luka-luka. Korban tewas sopir truk Eko Setya Pambudi, dan dua penumpang L300, yakni Aida Emawati, 31, dan Titi Zainab, 27, warga Temanggung. Korban meninggal dibawa ke RSI Wonosobo, sedangkan korban luka-luka dirawat di RSUD Wonosobo.

Atas kejadian tersebut Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Magelang Masdar menyampaikan bahwa atas nama seluruh keluarga besar PT Jasa Raharja turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan tersebut.

“Jasa Raharja telah memastikan keterjaminan korban dan menyerahkan santunan bagi tiga korban meninggal dunia pada musibah tersebut. Adapun penyerahan santunan untuk korban domisili Temanggung langsung diserahkan oleh Listyadi Yusuf selaku petugas Jasa Raharja Temanggung, dan untuk korban Wonosobo diserahkan oleh Septian Ade petugas Jasa Raharja Wonosobo,” katanya.

Korban terjamin Jasa Raharja dan besaran santunan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 16/PMK.010/ 2017, bagi seluruh korban meninggal dunia, masing-masing ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp 50.000.000. Sementara bagi korban luka-luka, Jasa Raharja akan berkoordinasi dengan rumah sakit dimana korban dirawat, guna penerbitan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp 20.000.000 serta menyediakan manfaat tambahan bantuan biaya P3K maksimum Rp 1.000.000  dan bantuan biaya ambulance maksimum sebesar Rp 500.000 terhadap masing-masing korban luka.

“Kami terus berupaya Proaktif dalam penyelesaian santunan Jasa Raharja baik kepada ahli waris keluarga korban yang meninggal dunia maupun kepada para korban luka-luka yanng dirawat di Rumah Sakit dengan cepat dan tepat,” kata Masdar. (ima/bis/bas)

Terbaru

Fadia Baca Semua Aduan Warga

Tempat Ibadah Harus Taat Prokes

Populer

Lainnya