alexametrics

Peluang Emas Investasi Kesehatan di Kota Magelang

Potensi Investasi Kota Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kemajuan pelayanan kesehatan di Kota Magelang mampu menggerakkan sendi-sendi kehidupan manusia. Tidak hanya ekonomi yang terus berputar, investasi sumber daya kesehatan turut menyangga pembangunan sebagai Kota Jasa.

Selain itu, jangkauan pelayanan kesehatan yang mudah terus ditingkatkan Pemkot Magelang. Fasilitasnya diperbaiki. Demi mencapai angka indeks pembangunan kesehatan masyarakat (IPKM) yang tinggi. Bahkan Kemenkes RI merilis data, Kota Magelang masuk dalam sepuluh kota/kabupaten se-Indonesia yang mengantongi skor IPKM 0,7319 di tahun 2018. Inilah potret capaian pembangunan kesehatan wilayah Kota Magelang diakui secara nasional.

Peluang investasi pun terus bermunculan seiring dengan tumbuhnya pelayanan kesehatan di Kota Magelang. RSUD Tidar Kota Magelang misalnya, akan mengembangkan  pelayanan poli VIP di lantai 6 gedung A Bagus Panuntun. Konsepnya one stop service. Target pasarnya sementara adalah pasien umum. Tahun depan ditargetkan terealisasi.

Baca juga:  Ganjar Dapat Dukungan Petani Tebu Maju Pilpres 2024

“Pasien cukup diam di tempat, kami yang akan bergerak mengurus semuanya, sampai proses pembayaran,” ujar Plt Wakil Direktur Pelayanan RSUD Tidar Kota Magelang dr Matsna Assa’adah MSc, SpPK.

Pihaknya juga berupaya menambah peralatan hemodialisa (HD). Mengingat jumlah pasien yang terus bertambah. Saat ini tercatat 1.300 pasien rutin menjalani tindakan hemodialisa setiap bulan. “Sekitar 50 orang per hari,” ungkapnya.

Di samping itu, RSUD Tidar juga ingin mengembangkan pelayanan catheterization laboratory (cath-lab), atau kateterisasi jantung. Hal tersebut bisa menjadi peluang emas bagi investor untuk turut mewujudkannya. Menurut dia, belum ada rumah sakit di Kedu yang punya layanan ini, karena mahalnya alat.

“Tentu saja ini sangat potensial. Apalagi pasien kami tidak hanya dari Magelang, tapi juga dari daerah-daerah sekitar seperti Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Magelang. Ada juga yang dari Purworejo,” ujarnya yang juga mengembangkan pelayanan onkologi.

Baca juga:  Disdukcapil Magelang Sempurnakan Layanan Si Bulan

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang mengaku masih ada peluang pendirian rumah sakit kanker tipe C di Kota Magelang. Berada di eks-kantor Disporapar Kota Magelang.

“Lokasi aset Pemkot Hak Pakai Nomor 17 itu berada di Jalan Gatot Soebroto dengan luas 5.417 meter persegi,” ungkap Kepala DPMPTSP Kota Magelang Muchammad Abdul Aziz.

Menurut dia, Kota Magelang punya wilayah yang strategis. Sebagai penghubung daerah sekitarnya. Semarang, Jogjakarta, Purworejo, Kebumen, Temanggung, dan sebagainya. “Apalagi Kota Magelang menjadi salah satu kota tersehat se-Jawa Tengah, dan peringkat ketiga se-Indonesia,” ujarnya.

Ia beri keistimewaan bagi investor. Sebagai wujud komitmen melaksanakan Peraturan Wali Kota Nomor 9 Tahun 2020 terkait pemberian insentif, dan kemudahan penanaman modal. “Kota Magelang adalah kota proinvestasi, dan profesional dalam pelayanan perizinan,” pungkasnya.

Baca juga:  Terlayani Baik di Rumah Sakit, Percepat Kesembuhan Sang Ibu

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono menyebut, pemerintah daerah tidak boleh terus-menerus bergantung dengan keuangan daerah, maupun pusat untuk melancarkan pembangunan. Butuh inovasi kerja sama dengan swasta, dan sinergitas banyak pihak yang saling menguntungkan. Kelenturan pemerintah dalam menerima investor pun punya arah, dan tujuan. Tidak lain untuk memperkaya macam fasilitas pelayanan publik, juga penyerapan tenaga kerja lokal. “Jika semua berkolaborasi, maka akan terwujud kota Magelang yang maju. Masyarakat juga akan bahagia, karena mendapatkan banyak kemudahan dalam segala aspek,” ucapnya. (prokompim/kotamgl)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya