alexametrics

Pengacara Henry Siap Bantu Persoalan Pajak Masyarakat

Lulus Sertifikasi Konsultan Pajak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ikatan Kuasa Hukum dan Advokat Pajak Indonesia (IKHAPI) telah menggelar ujian sertifikasi. Ujian sertifikasi diberikan kepada anggota IKHAPI yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan brevet pajak A & B, serta memenuhi portofolio sebagai calon tax advisor untuk mendapatkan gelar dan menyandang Certified Tax Advisor (CTA).

Dalam upaya mendukung program pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19, ujian sertifikasi ini digelar menggunakan aplikasi Zoom Meeting pada Kamis (18/02/2021). Pada tahap awal, peserta mengikuti ujian tertulis. Sedangkan pada tahap kedua dilakukan interview kepada peserta oleh assessor. Salah satu peserta ujian sertifikasi IKHAPI adalah Vice Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Adv, Dr (c), KP, Henry Indraguna, S.H., M.H, C.L.A., C.I.L., C.Med., C.R.A., C.T.A., C.T.L., C.M.L.C, yang mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus terbaik.

Baca juga:  Antusiasme Masyarakat Semakin Tinggi, Penjualan SR015 di BRI Meningkat Pesat

“Setelah dinyatakan lulus, saya berhak menerima sertifikat Certified Tax Advisor (CTA) dan menyandang gelar tersebut,” kata Henry Indraguna melalui keterangan tertulis Jumat (26/02/2021). Sertifikasi Konsultan Pajak merupakan sertifikasi yang menunjukkan keahlian Konsultan Pajak dalam memberikan jasa profesional dibidang konsultan pajak, tuturnya.

Henry menambahkan, pemungutan pajak di Indonesia mengalami banyak permasalahan, antara lain disebabkan, Kelemahan regulasi di bidang perpajakan antara lain, kurangnya sosialisasi, tingkat kesadaran, pengetahuan dan tingkat ekonomi yang rendah, database yang belum lengkap dan akurat, lemahnya penegakan hukum berupa pengawasan dan pemberian sanksi yang belum konsisten dan tegas, Sehingga mengakibatkan adanya perbuatan melawan hukum yang tanpa disadari dan akhirnya dapat dipenjara/tahan badan/Gijzeling.“Kurangnya pengetahuan pajak sehingga mengakibatkan adanya perbuatan melawan hukum sehingga akhirnya dapat dipenjara,” imbuhnya.

Baca juga:  Mendag Lutfi Serukan Anggota Harus Jalankan Fungsi untuk Atasi Krisis Global

Dari pelatihan tersebut, Henry banyak mendapatkan ilmu mengenai bidang konsultan pajak. Tujuanya, untuk membantu masyarakat dalam bidang hukum, termasuk mereka yang kurang mampu namun tidak paham hukum dan butuh bantuan untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut pajak,” jelasnya.

“Saya berharap dengan kelulusan ini, Saya akan lebih meningkatkan kinerja saya dan mengabdi untuk masyarakat. Termasuk membantu menyelesaikan masalah-masalah hukum bagi mereka yang membutuhkan pendampingan,” jelas pengacara yang tengah mempersiapkan diri untuk maju sebagai anggota DPR-RI dari Dapil V Jawa Tengah (Solo, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo) di 2024.

Sementara itu, Presiden IKHAPI Dr. (c) Joyada Siallagan, S.E., S.H., M.H., CTA, CITA mengatakan, sejalan dengan program-program yang dilaksanakan IKHAPI, ia berharap para peserta mampu dan kompeten untuk mendapatkan izin kuasa hukum perpajakan. “Proses ujian berlangsung dengan lancar, sesuai harapan peserta, panitia, dan para penguji. Diharapkan, sertifikasi ini dapat meningkatkan kompetensi para peserta dalam menjalankan profesinya sebagai berikut praktisi hukum/advokat, akuntan, dan khususnya praktisi perpajakan,” ujar Joyada Siallagan. (*/ton)

Baca juga:  Gelar FGD, Sempurnakan Regulasi Asuransi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya