alexametrics

Bentrok Polisi-FPI, Masyarakat Diminta Tunggu Hasil Proses Hukum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Bentrok antara polisi dan anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek menjadi perdebatan di masyarakat. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan akan lebih jika perdebatan diakhiri dan menunggu hasil proses hukum.

“Menurut saya polisi sudah sesuai SOP dan hukum, karena memang kalau diserang, polisi wajib membela diri untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini ada undang-undangnya dan dalam aturan juga dibenarkan,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (8/12).

Sahroni menambahkan bahwa barang-barang berupa alat bukti senjata tajam juga berhasil ditemukan. Saat ini masyarakat masih menunggu keterangan dan bukti-bukti selanjutnya.

“Saya yakin polisi juga masih menyiapkan dan akan melengkapinya,” ujar Sahroni.

Baca juga:  Meski Pandemi, Komix Herbal Tetap Berkurban

Menurut Sahroni, jika polisi terbukti melanggar HAM atau bekerja tidak sesuai undang-undang pasti akan diproses. Komisi III juga akan proaktif mengawal masalah ini.

“Memang semua pihak berhak berkumpul dan berorganisasi, namun apabila sudah meresahkan negara apa lagi menyentuh hal-hal kriminal, maka tetap harus ada tindakan agar aturan hukum tetap berlaku,” pungkasnya.

Polisi diserang sekelompok orang yang diduga laskar khusus pengawal Rizieq Shihab di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Senin, 7 Desember, dini hari. Penyerangan terjadi saat polisi mengikuti sekelompok orang yang hendak mengawal kedatangan Rizieq Shihab ke Markas Polda Metro Jaya.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti juga meminta masyarakat untuk menahan diri dalam merespons insiden tersebut. Ia meminta siapapun untuk menghindari aksi yang berpotensi memicu kekerasan di tengah masyarakat.

Baca juga:  Tekun Jadi Agen BRILink, Lili Setiawan Mampu Sekolahkan Anak ke China

“Masyarakat sebaiknya menahan diri dengan tidak melakukan aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan terjadinya kekerasan dan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Abdul.

Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma’arif pun mengajak semua elemen bangsa, terutama tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar dapat menciptakan suasana yang kondusif dan tidak terprovokasi serta memprovokasi umat.

“Mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dan terus berdoa demi kebaikan bangsa khususnya keamanan dan kedamaian di Ibuk Kota Jakarta,” ujarnya. (web/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya