alexametrics

Masa Depan Pesantren

Menarik

Ketika Guru harus Bersiasat di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).  Perempuan peraih...

Rekomendasi Daily Driver di Bawah Rp 2 Juta dari Samsung

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Seiring penerapan tatanan normal baru, masyarakat telah menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas sehari-hari dengan lebih banyak melakukan...

Teknik Scanning Tingkatkan Keterampilan Membaca Kelas Tinggi

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan membaca penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Siswa dapat memahami bacaan yang mencakup isi dan informasi jika...

RADARSEMARANG.ID – Jika semua yang berasrama mendefinisikan dirinya sebagai pesantren, maka akan datang suatu masa di mana pesantren akan dianggap sama dengan lembaga pendidikan lainnya. Tidak ada distingsi, dan juga kekhasan.

Akan datang masa di mana anak-anak yang ada didalamnya yang menginap dalam gedung-gedung itu tidak mengaji kitab kuning. Mereka hanya mengerjakan tugas-tugas pelajaran di sekolah.

Akan datang masa di mana banyak anak-anak yang hafidzul Quran, tapi kurang menguasai tahsinul Quran. Hafalannya lancar, tapi diminta membaca banyak makhorijul hurufnya yang meleset.

Akan datang masa di mana anak-anak yang belajar itu hanya mengenal ustadnya, tanpa mengenal kiai atau bu nyai-nya, karena beliau-beliau sudah digantikan sistem, atau digantikan figur berdasarkan SK yang datang silih berganti secara periodik.

Pesantren yang selama ini dikenal dengan kekhasan kitab kuningnya, yang dikenal dengan penguasaan ilmu dan keluhuran budinya, yang dikenal dengan kemandirian dan kesederhanaannya, lambat laun akan hilang, dihilangkan mereka yang tidak mengaji kitab kuning, tidak memiliki kiai sebagai figur panutan, berkehidupan mewah, dan tidak mandiri, tetapi memiliki ijin operasional atau tanda daftar sebagai pondok pesantren. Demikian ini sangat memprihatinkan.

Pesan dan Harapan

Tinggal di pondok pesantren, takdzim kepada bapak kiai untuk menempuh ilmu pengetahuan demi masa depan dunia dan akhirat. Menjadi seorang santri, merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki diri dan bangsa ini. Dengan peringatan Hari Santri Nasional ini, sebaiknya para santri membuka kran berfikir produktif demi mewarnai kemajemukan dalam religiusitas masyarakat Indonesia. Sehingga tidak terkesan justru dijajah oleh bangsanya sendiri, sebab kiprah seorang santri dalam upaya mengangkat harkat dan martabat bangsa. Telah tampak para santri dinilai mampu memahami berbagai bidang keilmuan klasik yang ditulis para ulama, terlebih dengan kapabilitas keilmuan yang terbilang dinamis dan tidak kekang dimakan zaman.

Kitab gundul / kitab kuning dan pesantren tidak dapat dipisahkan, keduanya laksana dua sisi mata uang yang sama-sama memiliki nilai dan sudah menjadi ciri khas tersendiri, sekaligus menjadikan pembeda utama antara pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya. Sayang sekali dalam beberapa dekade terakhir, penguasaan santri terhadap kitab gundul/kitab kuning sudah mulai pudar. Terlebih dengan kemajuan teknologi membuat sebagian santri justru mulai mengacu pengetahuan dalam memahami kitab kuning berdasar ‘browsing‘. Dari arah itu Perlu disikapi secara serius agar santri mampu memahami isi kitab kuning secara mendalam . Selain menjadi ciri khas pesantren, penguasaan kitab kuning juga menjadi pembeda dengan jenis pendidikan lainnya.

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah ada dari sebelum zaman kemerdekaan. Kehadirannya di bumi Nusantara sebagai wadah mencerdaskan masyarakat Indonesia dalam perspektif agama dan juga nasionalisme.

Lembaga pendidikan yang sangat indigenous (asli) Nusantara ini memiliki banyak peranan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Setidaknya ada tiga peran pondok pesantren, yaitu sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan Islam, dan lembaga pengembangan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman, pondok pesantren bermetamorfosis (berubah) menjadi agen perubahan (agent of change) dan juga agen pengembangan masyarakat. Namun meskipun dengan perubahan yang sedemikian itu, institusi ini tidak meninggalkan tujuan utamanya, yaitu sebagai tafaqquh fid-din atau tempat mempelajari ilmu agama. Disinilah pesantren berperan sebagai ”Center of excellence” pusat keunggulan. Karena pesantren memiliki keunggulan komperatif, yaitu penekanan yang signifikan pada pendidikan agama dan akhlak (moralitas).

Hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, begitulah penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam pondok pesantren. Sebagai lembaga pendidikan yang turut serta dalam perjalanan memajukan tanah air, sejak sebelum adanya penjajahan sampai berakhirnya penjajahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, tentunya pondok pesantren selalu melakukan pengawalan terhadap bangsa dan negara ini. (*/bas)

Terbaru

Ketika Guru harus Bersiasat di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).  Perempuan peraih...

Rekomendasi Daily Driver di Bawah Rp 2 Juta dari Samsung

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Seiring penerapan tatanan normal baru, masyarakat telah menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas sehari-hari dengan lebih banyak melakukan aktivitas seperti belajar dan bekerja...

74,8 Persen Pasien Covid Sembuh

RADARSEMARANG.ID, Kajen - Tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan mencapai 74,8 persen. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengimbau masyarakat tidak lengah. Terlebih, Kabupaten Pekalongan...

Vaksin Covid-19 Dalam Proses Uji Klinis

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengaku berupaya melakukan riset untuk...

Pemkot Magelang Sediakan Hotel Isolasi

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menyiapkan salah satu hotel sebagai tempat isolasi mandiri warga. Fasilitas ini disediakan untuk pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala. Plt...

Menarik

Ketika Guru harus Bersiasat di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).  Perempuan peraih...

Rekomendasi Daily Driver di Bawah Rp 2 Juta dari Samsung

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Seiring penerapan tatanan normal baru, masyarakat telah menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas sehari-hari dengan lebih banyak melakukan...

Teknik Scanning Tingkatkan Keterampilan Membaca Kelas Tinggi

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan membaca penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Siswa dapat memahami bacaan yang mencakup isi dan informasi jika...

Pembelajaran IPS Sukses dengan Jigsaw

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dan peserta didik yang melibatkan perasaan dan emosi. Kegiatan tersebut berlangsung...

Zoom Cloud Meeting Tingkatkan Keterampilan Membaca dan Menganalisis Ayat Alquran di Masa Pandemi

RADARSEMARANG.ID,Pembelajaran jarak jauh yang berlangsung karena pandemi Covid-19 saat ini mengharuskan guru untuk kreatif. Kreativitas guru dalam memilih model...

Lainnya

Guru Harus Keluar dari Zona Kenyamanan, Beradaptasi dengan Kekinian

RADARSEMARANG.ID, KEBUDAYAAN pada suatu waktu akan berubah karena beragam sebab. Salah satu sebabnya adalah perubahan lingkungan yang menuntut perubahan...

Materi Integrasi Sosial Lebih Efektif dengan Metoda PBL WAG

RADARSEMARANG.ID, MATERI Integrasi Sosial merupakan salah satu materi yang sulit dipahami oleh siswa. Materi ini diberikan di kelas VIII...

Media Online sebagai Sarana Belajar Bahasa Inggris

RADARSEMARANG.ID, Saat ini media sosial menjadi sarana aktif yang digunakan untuk keperluan belajar mengajar, khususnya dunia pendidikan pada saat...

Terkendala Regulasi, Tak Bisa Serta Merta Jatuhkan Sanksi

RADARSEMARANG.ID, Penyebaran Covid-19 di Kota Magelang terus mengalami peningkatan. Berbagai langkah pencegahan dan tindakan sudah dipersiapkan untuk mencegah penyebaran...

Peningkatan Prestasi PAI melalui Pembelajaran Kontekstual

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang sengaja dirancang dalam rangka membantu dan mempermudah proses belajar dengan harapan...

Home Visit Guru saat Pembelajaran Jarak Jauh

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia pada pertengahan Maret 2020, hal ini membuat semua serba terbatas. Mulai dari...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...
%d blogger menyukai ini: