alexametrics

Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar Resmi Beroperasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bandung – Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (PIKOBAR) resmi beroperasi.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar Hermansyah mengatakan, pusat tersebut menyediakan semua informasi faktual dan aktual terkait penanganan dan pencegahan COVID-19 di Jabar.

“PIKOBAR pun melayani pertanyaan dan pengaduan dari masyarakat yang memiliki atau melihat orang terdekat punya gejala-gejala COVID-19, seperti demam dan sesak nafas,” kata Hermansyah di Kota Bandung, Rabu (4/3/2020).

Adapun PIKOBAR, yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, berada di Command Center Gedung B, Gedung Sate, Kota Bandung. Sedangkan nomor Hotline COVID-19 Dinas Kesehatan Provinsi Jabar: 0811-2093-306, dan Emergency Kesehatan: 119.

Sejak nomor hotline dibuka pada Selasa (3/3/2020) sampai Rabu (4/3/2020) pukul 15.00, nomor Hotline Dinkes Jabar melayani 63 sambungan telepon. Sementara Emergency Kesehatan 119 melayani 225 sambungan telepon.

Baca juga:  English for Ulama Perkuat Hubungan Kemanusiaan

Menurut Hermansyah, pertanyaan maupun pengaduan dari masyarakat akan dikoordinasikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar.”Karena alur pelaporan dan penanganan COVID-19 di Jabar satu pintu. Nanti dari Dinkes Jabar diteruskan ke Dinkes Kabupaten/Kota masyarakat yang melapor. Jika masyarakat mengajukan pertanyaan, Dinkes Jabar akan langsung merespons,” ucapnya.

Hermansyah melaporkan, pertanyaan dan pengaduan masyarakat yang masuk ke Dinkes Jabar dan Emergency Kesehatan 119, rata-rat soal masker, alur kedatangan luar negeri, hand sanitizer, dan keluhan medis.

“Saya rasa masyarakat harus paham apa yang dilakukan ketika memiliki atau melihat orang terdekat mempunyai gejala COVID-19. Setidaknya ada channel atau kontak yang bisa dihubungi, dan mereka bisa menyampaikan,” ucapnya.

Baca juga:  Grab Vaccine Center Bantu Percepat Vaksinasi di Jateng

“Penanganan dan pencegahan dilakukan sesuai alur yang sudah ditetapkan. Yang terpenting, mereka (masyarakat) tersosialisasikan kontak yang bisa dihubungi saat memiliki gejala COVID-19 dan punya riwayat perjalanan ke negara yang sudah terpapar virus,” tambahnya.

Selain itu, keberadaan PIKOBAR dapat menangkal informasi bohong atau hoaks terkait COVID-19 di Jabar yang kerap meresahkan masyarakat. “PIKOBAR pun menampung data-data dari kabupaten/kota. Nanti, di sini, media (wartawan) akan mendapatkan data akurat dan teraktual soal penanganan dan pencegahan COVID-19,” ucap Hermansyah. (*/tya/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya