alexametrics

Inovasi Pengolahan Ubi Gadung Beracun Menjadi Keripik Aneka Rasa di Desa Nyatnyono Kabupaten Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pada tanggal 21-25 Agustus 2019, tim Pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat dosen Undip melalui Program PKM – RISTEKDIKTI 2019 dengan ketua, Dr. Ir. Indro Sumantri, M.Eng dan Ir. Kiryanto, M.T & Dr. Ir. Nurwantoro, M.S sebagai anggota, telah melakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan dan memajukan produk unggulan masyarakat pengrajin keripik gadung Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Kegiatan ini mencakup berbagai hal yang meliputi sosialisasi dan pelatihan mengenai peningkatan kualitas produk dan manajemen pemasaran Keripik Gadung sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk serta memperluas pasar Keripik Gadung tersebut.

Dilangsungkannya kegiatan ini membuat masyarakat desa tersebut senang, karena ternyata banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk Keripik Gadung. Misalnya melakukan sedikit modifikasi pada kemasan produk dengan mengganti kemasan yang sebelumnya hanya plastik saja menjadi kemasan yang lebih modern yaitu Standing Pouch dan penambahan merk dagang sehingga tampilan luar produk terlihat semakin menarik serta penambahan farian rasa seperti barbeque, balado, jagung bakar, keju dan original.

Baca juga:  32 Daerah Rampung Gelar Muscab PPP

Selain itu, permasalahan besar dari keripik gadung ialah kandungan zat beracun yang ada didalam ubi gadung itu sendiri seperti Dioskorin dan Sianida. Dalam hal ini, tim PKM juga melakukan sosialisasi hasil riset dan pelatihan untuk masyarakat tentang cara mengurangi kandungan zat zat beracun tersebut. Beberapa perubahan kecil dalam proses pengolahan keripik gadung dilakukan misalnya dengan menaburkan abu dan mendiamkannya beberapa hari lalu dikeringkan dibawah terik matahari terbukti dapat mengurangi kandungan Dioskorin dan Sianida yang selama ini telah memakan korban yang tak sedikit. Adapun langkah-langkah pengolahan ubi gadung adalah :

  1. Ubi di kupas dari kulitnya, untuk mengantisipasi iritasi pada kulit yang disebabkan getah ubi gadung proses pengupasannya menggunakan sarung tangan.
  2. Setelah di kupas, ubi gadung kemudian di tiriskan menggunakan alat potong
  3. Untuk menghilangkan racun yang terdapat di ubi gadung, taburkan abu di tirisan secara merata.
  4. Setelah itu, ubi di letakan disebuah wadah dan di press kemudian di diamkan selama satu hari satu malam.
  5. Kemudian ubi gadung dikeringkan atau di jemur
  6. Setelah kering ubi gadung di bersikan menggunakan air, untuk menghilangkan abu yang menempel
  7. Keringkan kembali ubi gadung dengan cara di jemur di terik matahari, apabila cuaca tidak mendukung pengeringan bisa juga menggunakan open.
  8. Setelah kering ubi gadung siap di goreng dan di olah menjadi keripik aneka rasa.
Baca juga:  Main Mobile Game Sepuasnya? Kenapa Nggak!

Untuk menunjang proses pengolahan ubi gadung menjadi keripik gadung aneka rasa, dari tim juga memberikan peralatan penunjang kepada kelompok pengrajin keripik gadung “Kelompok Baekah” diantaranya : bak ember, serokan, wajan, alat pres, mesin potong, open dll.

Terakhir, tim ini juga membantu masyarakat dalam memperluas pasar penjualan keripik gadung dengan penjualan online, memasuki berbagai tempat wisata lokal di semarang serta ikut bergabung dalam pusat oleh-oleh, sehingga diharapkan produk Keripik Gadung dari kelompok pengrajin desa Nyatnyono akan lebih dikenal oleh masyarakat semarang pada umumnya dan wisatawan pada khususnya.

Berbagai hal yang dilakukan tim, terbukti telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya bagi pengrajin Keripik Gadung Desa Nyatnyono karena dapat memberikan nilai tambah dari produk Keripik Gadung sehingga mampu menambah nilai jual produk yang cukup tinggi yang bermuara pada produk Keripik gadung yang memiliki daya saing sekabupaten semarang. Manfaat yang lain ialah dapat mencerdaskan masyarakat dengan adanya pelatihan pengolahan ubi gadung yang baik dan benar serta mensejahterakan petani ubi gadung yang ada di Desa Nyatnyono. (web/ap)

Baca juga:  ACT Masifkan Bantuan untuk Palestina Pascaeskalasi Serangan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya