Tim Emergency Response MRI – ACT Temukan Bocah Hilang dalam Keadaan Tak Bernyawa

562

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Seorang anak bernama Muhamad  Afandi bin Rahmat (5), yang hilang sejak hari Jum’at 12 Juli 2019 pukul 17.35 Wib, akhirnya ditemukan oleh gabungan tim SAR bersama Masyarakat Relawan Indonesia dari Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) Kabupaten Batang, Selasa (16/7) siang.

Berawal dari laporan warga masyarakat melalui Bayu Indarto selaku Komandan Mahatidana Rescue (Pemuda Pancasila), menginformasikan kronologis hilangnya Afandi kepada tim MRI-ACT pada Senin (15/7) malam melalui sambungan telepon. Melalui pemaparan Bayu, dibutuhkan tim spesialis akses tali untuk pencarian di medan terjal.

Menurut informasi Tim SAR, diduga bocah tersebut hilang di area tebing dengan kemiringan mencapai 100°. Merespon hal tersebut, Ridwan Subarkah selaku koordinator Wilayah MRI-ACT menurunkan 10 tim ahli panjat tebing untuk membantu proses pencarian.

Selasa siang (16/7), “Dengan dikomando oleh Pak Baus Hendarto, beberapa tim langsung menyisir jurang dengan bantuan tali, sebelum sampai dasar jurang, terlihat seorang anak tersangkut dalam ranting di antara bebatuan, namun nahas setelah kami periksa anak tersebut sudah meninggal dunia,” tutur Rdwan menceritakan kronologis pencarian.

Kapolsek Kecamatan Blado IPTU. Asto Merdiyanto mengungkapkan pihaknya juga telah menerjunkan 4 anggota personel polsek Blado dan 3 personil Koramil Blado serta 20 tim SAR gabungan.

Saat tim MRI-ACT melakukan pencarian di tebing tim gabungan SAR, TNI dan Polri melakukan pencarian di bantaran sungai. “Penyisiran di lokasi Bantaran sungai Lojahan yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari TKP hilangnya anak atas nama Muhamad Afandi. Sekira pukul (16/7) 13.30 WIB Tim menemukan korban sudah dalam keadaan Meninggal Dunia,” ungkap Merdiyanto.

Setelah dilakukan evakuasi, bocah tersebut dibawa menuju Puskesmas Blado untuk dilakukan pemeriksaan. “Korban sudah dalam kondisi mengelembung serta kulit melepuh, berdasarkan autopsi tidak diketemukan tanda – tanda penganiayaan,” tambah Merdiyono.

Setelah itu, Korban dibawa ke rumah duka. “Dari Tim Gabungan bersama Perangkat desa menyerahkan Jenazah ke pihak keluarga, selanjutnya akan di makamkan di Pemakaman umum di Pekalongan dengan pertimbangan domisili keluarga,” pungkasnya. (act/web/ap)