RADARSEMARANG.ID, Pengembangan Kurikulum 2013 bertujuan menghasilkan siswa yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegrasi.
Hal ini pun tertuang pada materi kelas IX semester gasal kurikulum 2013.
Salah satunya yaitu KD 3.4 dengan materi teks prosedur lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait resep makanan atau minuman dan manual pendek dan sederhana sesuai konteks penggunaannya.
Baca Juga: Tutor Sebaya Tingkatkan Hasil Belajar Siswa KD Jurnal Penyesuaian
Tujuan pembelajaran pada KD ini yaitu peserta didik diharapkan dapat melakukan kegiatan sesuai dengan runtutan petunjuk secara benar dan efektif.
Seperti yang dikemukakan dalam https://www.studiobelajar.com/teks-prosedur/ bahwa teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, guru dituntut mampu mengembangkan potensi dan profesionalismenya dalam pembelajaran.
Seorang guru perlu merencanakan metode dan model serta media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
Atas dasar itulah, penulis sebagai guru bahasa Inggris di SMPN 1 Tirto, mencoba menciptakan media pembelajaran yang menarik dan dapat mengasah daya ingat peserta didik kelas IX khususnya pada materi teks procedure.
Media pembelajaran secara umum adalah alat atau sarana atau perantara yang digunakan dalam proses interaksi yang berlangsung antara guru dan siswa untuk mendorong terjadinya proses belajar mengajar.
Tujuanny untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan serta memantapkan apa yang dipelajari dan membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berkualitas (https://www.kompasiana.com/sitinazar).
Media ini berupa alat permainan yang diberi nama ChaDeLa (Character sliDe Ladder) atau dalam bahasa Indonesia berarti perosotan dan tangga yang berkarakter. Konsep permainan ini menyerupai permainan ular tangga.
Ratnaningsih (2014: 5) dalam https://fatkhan.web.id mengatakan bahwa ular tangga adalah permainan yang menggunakan dadu untuk menentukan berapa langkah yang harus dijalani bidak.
Dalam praktik pembelajaran di kelas, penulis menugaskan para peserta didik saya untuk bekerja dalam kelompok.
Satu kelompok terdiri dari 4 orang. Mereka memainkan bidak berdasarkan angka pada dadu.
Baca Juga: Meningkatan Prestasi Belajar dengan Metode Belajar Kelompok
Setelah itu mereka harus menjawab pertanyaan terkait teks prosedur yang ditampilkan pada papan permainan.
Bila bidak peserta didik berada pada papan bergambar tangga, maka mereka akan mendapatkan skor + sesuai dengan yang tertera dan dapat naik pada papan yang ditentukan.
Serta pertanyaan yang telah dapat terjawab, harus disilang agar tidak dijawab oleh peserta didik yang lain.
Sedangkan bila bidak peserta didik berada pada papan bergambar perosotan, maka mereka harus turun ke papan yang ditunjuk dan skor dikurangi sesuai dengan yang tertera.
Begitu seterusnya sampai ada peserta didik yang dapat mencapai trofi.
Setelah selesai permainannya silakan ditentukan rankingnya dan berikan apresiasi meskipun nilainya dan sederhana.
Pada papan permainan ini pun terdapat beberapa karakter pembelajaran dalam bahasa Inggris.
Dalam kegiatan ini penulis mencermati bahwa proses pembelajaran begitu menyenangkan dan tidak ada peserta didik yang melakukan kegiatan di luar kegiatan pembelajaran.
Keuntungan yang didapatkan dari media permainan perosotan dan tangga berkarakter (ChaDeLa) ini yaitu memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui proses pembelajaran bermain sambil belajar; merangsang pengembangan daya pikir, daya cipta, dan bahasa.
Agar mampu menumbuhkan sikap, mental, serta akhlak yang baik; menciptakan lingkungan bermain yang menarik, memberikan rasa aman, dan menyenangkan.
Mengenal kalah dan menang; belajar bekerja sama dan menunggu giliran (https://fatkhan.web.id).
Dengan demikian, media pembelajaran ChaDeLa sangatlah tepat digunakan untuk pembelajaran teks prosedur pada peserta didik kelas IX SMPN 1 Tirto Kabupaten Pekalongan.
Hal ini terlihat dari hasil evaluasi untuk materi teks prosedur, peserta didik mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum menggunakan media pembelajaran ini dan tidak ada peserta didik yang harus melakukan remedial. (bp2/lis)
Oleh : Paramitha Safitri Kusumaningtyas, S.Pd
Guru SMPN 1 Tirto Kabupaten Pekalongan
Editor : Tasropi