Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Serunya Belajar Story Telling dengan Role Playing

Tasropi • Jumat, 19 Januari 2024 | 23:59 WIB
Ratna Hikmawati, Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Ulujami
Ratna Hikmawati, Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Ulujami

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling banyak digunakan dalam berkomunikasi.

Metode pembelajaran yang menarik dan kreatif agar siswa tidak  merasa bosan, dan masa bodoh.

Khususnya untuk mencapai tujuan pembelajaran pada kurikulum merdeka kelas 8 yaitu menjelaskan tindakan, perasaan dan perilaku karakter dalam cerita imaginatif atau  narrative text, dalam materi  story telling.

Baca Juga: Mengembangkan Keterampilan Berbicara melalui Story Telling

Di dalam bahasa Inggris, ada teknik bercerita yang biasanya disebut dengan istilah story telling.

Bahasa bukanlah sesuatu yang dibentuk secara instan, melainkan tercipta secara perlahan dengan memperhatikan budaya suatu komunitas yang mempraktikannya.

Empat keterampilan dasar yang penting untuk dikuasai dalam bahasa Inggris yaitu reading (membaca), writing (menulis), listening (mendengarkan), dan speaking (berbicara). 

Dalam empat pembelajaran di atas, maka sebagai seorang guru harus bisa menentukan.

Story telling adalah seni atau proses menceritakan cerita secara efektif, baik melalui kata-kata, gambar, suara, atau media lainnya, dengan tujuan untuk menghibur, atau menyampaikam pesan kepada audiens.

Untuk itu penulis menggunakan teknik role playing dalam pembelajaran story telling agar siswa bersemangat dan mempunyai kemampuan menyampaikan pesan secara lisan, tulis dan visual.

Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran bermain peran (role playing).

Pengertian pembelajaran role playing adalah metode pembelajaran di mana siswa langsung memerankan suatu masalah yang memfokuskan pada masalah-masalah tentang hubungan manusia.

Uno (2012) menuliskan bahwa model pembelajaran bermain peran atau role playing ini dipelopori oleh George Shaftel yang memiliki asumsi bahwa dengan bermain peran siswa akan mendapatkan dorongan untuk mengekspresikan perasaan.

Serta mengarahkan pada kesadaran melalui keterlibatan spontan yang disertai analisis pada situasi permasalahan kehidupan nyata.

Berdasarkan beberapa pengertian role playing di atas maka dapat disimpulkan model role playing adalah model pembelajaran dengan menugaskan siswa untuk memerankan suatu tokoh yang ada dalam materi atau peristiwa yang diungkapkan dalam bentuk cerita sederhana yang telah dirancang oleh guru.

Adapun langkah-langkah role playing dalam pembelajaran sory telling sebagai berikut :

1. Teknik role playing diawali dengan persiapan yaitu guru memperkenalkan siswa pada permasalahan atau sebuah kasus yang berhubungan dengan materi yang tengah dipelajari. Guru  menyediakan sebuah cerita untuk dibaca di depan kelas.

2. Untuk memilih pemain atau pemeran dalam drama, siswa dan guru dapat melakukan musyawarah.

Guru dapat memilih siswa yang sesuai untuk memainkan peran yang dibutuhkan. Beri kesempatan pada siswa yang berminat untuk mengajukan dirinya sendiri. Hal ini membuat siswa lebih percaya.

3. Permainan peran atau role playing dilaksanakan secara spontanitas.

Awalnya siswa akan mengalami kebingungan dalam memainkan perannya karena itu guru harus dapat mengarahkan dan mengkoordinasikan jalannya pertunjukkan.

4. Pada saat mereka memerankan perannya, guru melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap peran siswa.

5. Siswa membandingkan antara cerita dan realita. Kemudian guru menyuruh siswa untuk berbagi pengalaman mereka yang berkaitan dengan tema role playing yang telah dilakukan.

Guru membuat refleksi dengan menyimpulkan cerita yang ada dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat memahami realita yang sesungguhnya.

Disimpulkan bahwa metode role playing sangat sesuai dengan tujuan pembelajaran Narrative Text.  Siswa menjadi bersemangat dan otomatis hasil pembelajaran sesuai yang diharapkan. (nop/lis)

 

Ratna Hikmawati, Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Ulujami Pemalang

Editor : Tasropi
#Bahasa Inggris #SMPN 2 Ulujami Pemalang #Kurikulum Merdeka #Ratna Hikmawati #Role Playing #Story Telling