RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu pelajaran yang dipelajari di setiap jenjang pendidikan. Mulai dari SD, SMP, maupun SMA bahkan sampai perguruan tinggi.
Salah satu materi yang dipelajari siswa SD kelas V adalah siklus air. Menurut Wikipedia, pengertian siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui proses kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi.
Pembelajaran siklus air dapat dilakukan dengan media puzzle agar lebih menarik dan tidak membosankan siswa.
Baca Juga: Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang dengan Media Puzzle
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan puzzle siklus air sebagai berikut: pertama menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu, yaitu gabus/styrofoam, double tape, cutter, penggaris, dan gambar siklus air.
Kemudian ukur dan potong gabus/styrofoam sesuai ukuran puzzle/gambar siklus air yang akan kita buat.
Tempelkan gambar siklus air pada gabus/styrofoam yang telah diukur menggunakan double tape. Potong gambar yang sudah menempel pada styrofoam menjadi beberapa bagian kecil menggunakan cutter dan penggaris sesuai dengan tingkat kesulitan yang kita inginkan.
Kita dapat mengatur potongan-potongan puzzle tersebut sesuai keinginan. Lalu membaginya menjadi 9 bagian, 12 bagian, dan seterusnya.
Untuk potongan bagian puzzle juga dapat kita atur sendiri. Misalnya dibuat bentuk persegi/kotak, segitiga, trapesium, dan sebagainya.
Setelah potongan puzzle selesai, kemudian membuat bingkai untuk puzzle tersebut agar terlihat lebih rapi dan menarik, layaknya membuat figura foto.
Penerapan media puzzle saat pembelajaran materi siklus air, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 anak. Setiap kelompok diberikan puzzle siklus air. Semua siswa diberikan waktu untuk mengamati gambar puzzle terlebih dahulu sebelum puzzle dibongkar dari tempatnya.
Guru meminta siswa perwakilan setiap kelompok bertukar ke kelompok yang lain untuk melepaskan puzzle dari tempatnya, kemudian diminta untuk mengacaknya.
Setelah semua puzzle tiap kelompok teracak, semua kelompok diminta untuk menyusun kembali puzzle tersebut dimulai pada waktu yang bersamaan.
Kelompok yang telah berhasil menyelesaikan puzzle tersebut lebih dulu, diminta untuk melakukan presentasi di depan kelas.
Setiap kelompok menjelaskan proses siklus air secara bergantian sesuai urutan penyelesaian puzzle.
Media puzzle ini sangat membantu proses pembelajaran. Siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran. Merasa senang, bersemangat, dan cenderung lebih aktif dengan adanya media puzzle ini.
Pembelajaran lebih menyenangkan dan minat belajar siswa juga mengalami peningkatan. Dapat penulis simpulkan bahwa media puzzle siklus air ini bisa dijadikan alternatif untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi siklus air, serta meningkatkan hasil belajar siswa. (igi/lis)
Oleh : Dhinarwati Irwanto, S.Pd
Guru SD Negeri Blangu 1
Editor : Agus AP