Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pembelajaran Terdiferensiasi Bukti Guru Melayani Sepenuh Hati

Tasropi • Sabtu, 9 September 2023 | 12:44 WIB

KUSMANDAR, S.Pd.


KUSMANDAR, S.Pd.
KUSMANDAR, S.Pd.


RADARSEMARANG.ID, KURIKULUM pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi.

Yakni disesuaikan dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik—(Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi artinya penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan.Yakni dengan memperhatikan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah.

Tujuannya untuk mengakomodasi berbagai keragaman yang ada termasuk peserta didik.

Keragaman layanan dari tinjauan perbedaan karakteristik peserta didik disebut dengan diferensiasi pembelajaran.

Peserta didik memiliki berbagai macam perbedaan baik secara kemampuan, pengalaman, bakat, minat, bahasa, kebudayaan, cara belajar, dan lain-lain.


Makanya, tidak adil jika guru yang mengajar di kelas hanya memberikan cara pembelajaran yang sama untuk semua peserta didik yang ada di kelasnya.

Guru harus memperhatikan perbedaan dan memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pembelajaran terdiferensiasi, merupakan cara untuk guru memenuhi kebutuhan setiap peserta didik.

Sebab pembelajaran terdiferensiasi merupakan proses belajar mengajar dimana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya masing-masing.

Sehingga peserta didik tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya—(Tomlinson, 2017).

Pembelajaran terdiferensiasi di SMP Negeri 5 Mrebet, merupakan salah satu cara yang penulis selaku kepala sekolah dijadikan sebagai salah satu standar operasional prosedur (SOP) pembelajaran.

Sehingga setiap guru di SMP Negeri 5 Mrebet melakukan pembelajaran berdiferensiasi untuk memberikan pelayanan maksimal kepada setiap peserta didik dalam belajarnya.

Dalam pembelajaran terdiferensiasi, guru harus memahami ada banyak metode dan strategi, yang dilakukan dalam mempelajari suatu bahan pelajaran.

Dalam merancang perencanaan pembelajaran terdiferensiasi, terlebih dahulu guru melakukan pemetaan kebutuhan peserta didik melalui asesmen awal.

Tujuannya untuk mengetahui capaian awal peserta didik, minat, dan gaya belajar peserta didik.

Tujuan melakukan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan tingkat kesiapan belajar adalah untuk memodifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran. Sehingga dipastikan peserta didik terpenuhi kebutuhan belajarnya—(Joseph, Thomas, Simonette & Ramsook, 2013).

Selanjutnya, guru menyusun bahan ajar, kegiatan pembelajaran, media yang digunakan, metode dan strategi pembelajaran.

Selain itu asesmen akhir sesuai dengan kesiapan peserta didik dalam mempelajari pelajaran tersebut.

Dalam pembelajaran terdiferensiasi, ada tiga aspek yang dapat digunakan guru agar peserta didik dapat mengerti dan memahami pelajaran.

Yakni aspek konten yang akan diajarkan, aspek proses atau kegiatan bermakna, dan aspek asesmen berupa pembuatan produk yang dilakukan di bagian akhir.

Tujuannya untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Guru secara proaktif dari awal merencanakan pembelajaran untuk peserta didik yang berbeda-beda.

Kualitas tugas lebih disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, dan guru SMP Negeri 5 Mrebet mengakses para peserta didik dengan berbagai cara untuk mengetahui keadaan mereka dalam setiap pembelajaran.

Dari pembelajaran terdiferensiasi yang dilakukan sebagai wujud pelayanan kepada peserta didik dengan sepenuh hati.

Ada empat unsur yang disesuaikan dengan tingkat kesiapan peserta didik dalam mempelajari materi, minat, dan gaya belajar.

Keempat unsur disesuaikan dengan konten (apa yang dipelajari), proses (bagaimana mempelajarinya), produk (apa yang dihasilkan setelah mempelajarinya), dan lingkungan belajar (iklim belajarnya). (fu2/bud)

 

KUSMANDAR, S.Pd.
--Kepala SMP Negeri 5 Mrebet, Purbalingga

Editor : Agus AP
#Pembelajaran Terdiferensiasi #Satuan pendidikan