RADARSEMARANG.ID, Alat peraga merupakan suatu alat bantu yang digunakan guru pada saat proses pembelajaran.
Semua jenis alat peraga yang dapat digunakan untuk menarik perhatian, menyalurkan pesan, merangsang pikiran, serta mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
Dengan memanfaatkan alat peraga, dapat sebagai perantara meningkatkan pemahaman siswa yang berupa benda maupun lingkungan alam sekitarnya.
Alat peraga bertujuan untuk mencegah timbulnya verbalisme dan peserta didik akan lebih senang bila belajar dengan menggunakan alat peraga, yang akan memberikan nilai positif terhadap proses pembelajaran.
Selain itu, alat peraga berfungsi untuk mengarahkan kepada anak didik tentang suatu objek. Sehingga lebih memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
Dalam buku alat peraga pendidikan, Oemar Hamalik mengatakan bahwa alat peraga merupakan alat yang digunakan dalam rangka lebih mengefektivitaskan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Seperti yang penulis lakukan di SD Negeri Kradenan 2 Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dengan menggunakan alat peraga akan sangat membantu hubungan komunikasi dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa menjadi maksimal.
Siswa juga merasa senang apabila menggunakan alat bantu yang disebut dengan media komunikasi atau alat peraga.
Jadi, alat peraga adalah suatu alat yang dapat membantu agar proses komunikasi dapat berhasil dengan baik dan efektif serta mempermudah pemahaman kepada para peserta didik.
Adapun jenis-jenis alat peraga adalah sebagai berikut: pertama, alat peraga visual. Alat peraga visual merupakan alat peraga yang dapat mempengaruhi daya pikir anak lewat panca inderanya, yaitu dengan cara melihat benda aslinya, benda tiruan, gambar, atau yang lainnya..
Kedua, alat peraga auditif. Alat peraga auditif merupakan sarana yang dapat mempengaruhi daya pikir anak dengan cara menerangkan, memberikan persamaan, contoh-contoh kalimat dan sebagainya.
Alat peraga ini bersifat non benda (materi). Bisa berupa keteladanan, perintah atau larangan, ganjaran dan hukuman.
Ketiga, alat peraga audio visual. Alat peraga audio visual dibagi lagi ke dalam: audio visual diam (suara dan gambar), audio visual gerak, yaitu alat yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film dan video kaset.
Menurut Oemar Hamalik, alat-alat peraga pembelajaran yang berupa benda (materi) di antaranya: bahan-bahan cetakan, simbol-simbol kata dan visual, tanpa proyeksi seperti papan tulis dan diagram, media pendidikan tiga dimensi seperti benda asli, peta dan alat pendidikan yang menggunakan Teknik, seperti radio, tape recorder, transparansi, sumber-sumber masyarakat, seperti objek peninggalan sejarah, kumpulan benda-benda misalnya dedaunan, benih, batu, dan lainnya.
Penggunaan alat peraga sebagai salah satu sarana pembelajaran yang efektif. Dengan bermacam ragam, mulai dari media cetak sampai dengan media elektronik.
Adapun tujuan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran adalah pembelajaran menjadi lebih bermakna, membantu siswa yang ketinggalan, membangkitkan minat, mengatasi kesulitan, menjadikan pelajaran lebih konkrit, menarik, menyenangkan, serta memperlancar jalan ke arah tujuan yang telah direncanakan, sekaligus menghilangkan “penyakit” yang paling banyak terjadi di sekolah yaitu verbalisme.
Juga dapat mempertinggi hasil belajar anak didik. Adapun fungsi dan kegunaan alat peraga dalam pembelajaran adalah untuk menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pembelajaran agar siswa lebih memahami materi-materi dengan baik dan benar.
Dengan penggunaan alat peraga dapat mengembangkan dirinya dalam berinteraksi dengan baik dan dalam memahami pesan-pesan yang terdapat dalam pembelajaran. (*/aro)
Oleh: Sri Rahmawati, S.Pd.SD
Guru SD Negeri Kradenan 2, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang
Editor : Agus AP