Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Belajar KPK dan FPB Lebih Menyenangkan dengan Permainan Ular Tangga

Tasropi • Rabu, 30 Agustus 2023 | 23:10 WIB
CAROLINA RANY PUTRI PRATIWI, S.Pd.
CAROLINA RANY PUTRI PRATIWI, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN belajar dan mengajar yang menyenangkan membuat anak menjadi lebih semangat dan membuat anak tertarik mengikuti pembelajaran.

Berbagai cara dilakukan agar anak-anak memiliki semangat dan ketertarikan mengikuti pembelajaran. Salah satunya menggunakan media pembelajaran.

Menurut Miarso (1990) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar.

Sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

Penggunaan media pembelajaran memiliki berbagai fungsi seperti memotivasi minat dan tindakan, direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan, menyajikan informasi digunakan dalam rangka penyajian informasi di hadapan sekelompok siswa.

Memberi instruksi, informasi yang terdapat dalam media harus melibatkan siswa—(Kempt & Dayton, 1998).

Selain memiliki fungsi media pembelajaran juga bermanfaat memperjelas penyampaian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalis (dalam bentuk kata-kata atau tulisan belaka), mengatasi sifat pasif anak—(Harjanto, 2008).

Belajar akan menyenangkan dengan media pembelajaran yang bisa digunakan untuk bermain juga.

Salah satu media yang dapat digunakan adalah Permainan Ular Tangga.

Biasanya ular tangga digunakan untuk anak-anak TK atau kelas rendah, namun penulis mencoba menerapkan pada kelas V.

Menurut Melsi (2015: 10) ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan 2 orang atau lebih.

Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” atau “ular” yang menghubungkan dengan kotak lainnya.

Ratnaningsih (2014: 5) mengatakan Ular Tangga adalah permainan yang menggunakan dadu untuk menentukan berapa langkah yang harus dijalani bidak.

Permainan ini masuk dalam kategori board game atau permainan papan sejenis dengan permainan monopoli, halma, ludo, dan sebagainya.

Permainan ular tangga ini, penulis terapkan di SD Negeri Gulon 4 kelas V pada pembelajaran Matematika materi KPK dan FPB.

Kelipatan suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan hasil kali bilangan itu dengan bilangan asli—(Yuniarto, 2009:37).

Misalnya kelipatan 2=2x1, 2x2, 2x3, … 2x10, dst. Sedangkan yang kelipatan persekutuan dua bilangan misalnya bilangan-bilangan yang merupakan kelipatan dari kedua bilangan tersebut yang nilainya sama (Yuniarto, 2009:39).

Misalnya bilangan kelipatan 2= 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, … dan kelipatan 4= 4, 8, 12, 16, 20, 24, …

Bilangan yang terdapat pada kelipatan 2 maupn kelipatan 4 merupakan kelipatan persekutuan, yaitu bilangan-bilangan 4, 8, 12, 16, …

Menurut Yurianto (2009:36), faktor suatu bilangan merupakan sebuah bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut.

Cara menentukan faktor suatu bilangan dapat ditempuh dengan mencari pasangan bilangan-bilangan yang apabila dikalikan hasilnya bilangan yang dicari faktornya.

Sehingga faktor dari dua bilangan merupakan faktor-faktor dari dua bilangan tersebut yang bernilai sama—(Mustaqim dan Astuty, 2008:49).

Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut: guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan hari ini.

Kemudian anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 anak.

Lalu anak-anak mulai bermain ular tangga menggunakan kartu soal. Saat mendapatkan tangga maka anak-anak akan mendapatkan soal KPK dan FPB.

Anak-anak harus mencapai puncak tertinggi untuk menyelesaikan permainan ini.

Jika sudah selesai semua, anak-anak bertukar ular tangga milik kelompok lain.

Dalam permainan ini, anak-anak adalah subjek sedangkan guru sebagai fasilitator.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis, disimpulkan bahwa permainan ular tangga dapat membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Selain itu berbagai manfaat juga dirasakan dengan permainan ini. Yakni meningkatkan keterampilan kognitif, motorik halus.

Juga meningkatkan koordinasi mata dan tangan, melatih logika, melatih kesabaran, dan memperluas pengetahuan. (fu/lis)

 

Oleh : CAROLINA RANY PUTRI PRATIWI, S.Pd.

Guru SDN Gulon 4, Kec. Salam, Kabupaten Magelang

Editor : Agus AP
#Ular Tangga #Permainan Ular Tangga #Media Pembelajaran