RADARSEMARANG.ID, MENGKREASIKAN puisi rakyat baik secara lisan maupun tulis merupakan salah satu tujuan pembelajaran yang terdapat dalam kurikulum Merdeka kelas VII. Puisi rakyat itu sendiri beraneka ragam, salah satunya adalah pantun.
Pantun merupakan salah satu jenis puisi rakyat yang sampai sekarang masih sangat familiar di tengah masyarakat baik di kalangan anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.
Tidak mengherankan ketika di kurikulum pendidikan terbaru (Kurikulum Merdeka) termuat materi pembelajaran tentang pantun maka peserta didik tidak lagi merasa asing.
Akan tetapi menjamurnya pantun di tayangan televisi ataupun media sosial justru membuat siswa salah konsep ketika menulis sebuah pantun, dan itu dialami juga oleh siswa kelas VII SMPN 2 Ulujami.
Hal itu mungkin disebabkan kurang pahamnya mereka tentang materi pantun terutama tentang ciri-ciri pantun yang benar sesuai dengan kaidah pantun yang berlaku.
Pantun menurut KBBI online adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi (https://kbbi.web.id).
Peserta didik sering terjebak dalam membuat pantun tanpa memperhatikan kaidah penulisan pantun yang benar.
Berdasarkan fenomena tersebut maka sebagai pendidik, saya ingin meluruskan konsep pemikiran yang salah dalam menulis pantun agar sesuai dengan kaidah penulisan pantun yang benar.
Capaian pembelajaran mengkreasikan pantun itu dapat terealisasi dengan cara memilih metode pembelajaran yang tepat.
Metode pembelajaran yang saya pilih agar pembelajaran pantun tetap menarik, tidak membosankan, dan memacu motivasi pada anak adalah metode pembelajaran Snowball throwing.
Metode pembelajaran Snowball Throwing adalah metode pembelajaran yang dapat menggali potensi kepemimpinan perserta didik dalam kelompok dan ketrampilan membuat dan menjawab pertanyaan yang dipadukan melalui suatu permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju.
Metode pembelajaran ini dapat melatih potensi kepemimpinan, ketrampilan, serta kreatifitas peserta didik.
Sebelum kegiatan pembelajaran dengan metode Snowball Throwing dimulai, terlebih dulu guru mempersiapkan bola-bola salju yang terbuat dari kertas dan di dalamnya terdapat pertanyaan ataupun perintah membuat pantun.
Langkah awal pembelajaran adalah penyampaian materi tentang puisi lama khususnya tentang pantun.
Langkah selanjutnya guru membentuk kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas dua anak.
Setelah kelompok kecil terbentuk dimulai dengan kegiatan yang pertama yaitu guru melemparkan bola secara acak kepada salah satu siswa.
Siswa yang mendapat bola melemparkannya ke siswa yang lain, boleh secara acak atau secara sengaja.
Langkah berikutnya siswa yang mendapatkan bola dari temannya melemparkannya kembali ke siswa lainnya.
Siswa ketiga yang mendapatkan lemparan bola inilah yang berkewajiban untuk mengerjakan soal yang telah disiapkan oleh guru. Soal tersebut berupa perintah membuat sebuah pantun.
Kegiatan melempar kertas yang dibentuk bola itu diulang-ulang sampai soal yang disediakan habis atau waktu habis.
Kegiatan pembelajaran ini berlangsung sangat seru karena tidak hanya melibatkan kemampuan berpikir tetapi juga melibatkan fisik ketika harus melemparkan bola salju.
Kegiatan pembelajaran ini diakhiri dengan kegiatan guru mengevaluasi hasil pekerjaan siswa secara langsung.
Penggunaan metode Snowball Throwing sangat tepat untuk tujuan pembelajaran mengkreasikan pantun karena dapat memotivasi anak mengikuti kegiatan pembelajaran ini sehingga capaian pembelajaran materi pantun dapat terealisasi dengan baik. (igi2/zal)
Oleh: Atik Parwati, S.Pd.
Guru SMPN 2 Ulujami, Pemalang
Editor : Agus AP