Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Tingkatkan Peran Komite Sekolah untuk Mutu Pendidikan

Tasropi • Jumat, 11 Agustus 2023 | 20:10 WIB
Amrih Gunarto, S. Sn., M. Pd
Amrih Gunarto, S. Sn., M. Pd


RADARSEMARANG.ID, SALAH satu upaya untuk meningkatkan mutu layanan sekolah adalah dengan revitalisasi peran komite sekolah.

Peran dapat didefinisikan suatu konsep fungsional yang menegaskan fungsi atau tugas seseorang dan dibuat atas dasar tugas nyata yang dilakukan oleh seseorang.

Ada unsur peranan atau (role): 1) aspek dinamis, 2) perangkat hak-hak dan kewajiban, 3) perilaku sosial dari pemegang kedudukan, dan 4) bagian dari aktivitas yang dimainkan seseorang—(Soekanto, 2004 : 243).

Sedangkan komite sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli kepada pendidikan (Kepmendiknas nomor: 044/U/2002).

Keberadaan komite sekolah diperkuat dari aspek yuridis. Yakni Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 56 dan Kepmendiknas Nomor 044/U/2002 tentang dewan pendidikan dan komite sekolah.

Pengelolaan sekolah ini dijalankan dengan asas partisipasi, transparansi dan akuntabilitas.

Artinya dalam pengelolaan sekolah, kepala sekolah bekerja sama dengan masyarakat sekolah.

Makanya diperlukan wadah yang dapat dipakai masyarakat sekolah untuk mengemban amanat tersebut. Yakni komite sekolah.

SD Kristen Satya Wacana sebagai sebuah satuan pendidikan dalam menjalankan pelayanannya juga memiliki komite sekolah.

Peranan komite sekolah di SD Kristen Satya Wacana dari periode awal ke periode selanjutnya mengalami dinamika.

Sesuai dengan situasi dan kondisi, baik karena faktor internal maupun faktor eksternal.
Pada periode tahun 2019 /2021 peran komite sekolah dirasakan kurang maksimal.

Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor, antara lain terjadinya pandemi covid 19. Kondisi ini memaksa perubahan drastis dari segala aspek.

Bahkan jalinan komunikasi antara pihak sekolah dengan komite sekolah mengalami kendala besar. Selain itu minimnya kegiatan sekolah yang melibatkan peran komite sekolah.

Menyadari akan adanya permasalah yang terjadi tersebut, maka sekolah mengambil langkah untuk meningkatkan peran komite sekolah.

Antara lain: 1) Mengadakan rapat dewan guru bersama perwakilan pengurus komite sekolah lama terkait pembentukan anggota komite sekolah yang baru.

Selanjutnya, 2) melakukan penjaringan bakal calon anggota komite sekolah. 3) melakukan percakapan secara interpersonal dengan bakal calon anggota komite sekolah dengan pokok pembicaraan seputar permasalahan peran komite, solusi, dan rencana peningkatan mutu sekolah.

Ke-4) penetapan anggota komite sekolah dengan penerbitan Surat Keputusan ( SK ) komite sekolah yang baru. 5) melakukan pertemuan secara intensif dan terprogram untuk membahas peran komite dalam meningkatkan mutu layanan sekolah. 6) merancang sebuah program kegiatan sekolah yang melibatkan peran komite sangat besar.

Pertemuan secara intensif antara pihak sekolah dengan komite sekolah berlangsung tidak hanya yang bersifat formal. Namun juga secara nonformal. Selain itu bangun komunikasi interpersonal.

Buah dari pertemuan intensif dan komunikasi tersebut salah satunya merancang sebuah event besar di pertengahan semester ganjil 2023/2024.

Yakni kegiatan bertajuk ‘Lab’s Fair 2023’. Event ini menjadi ikon SD Kristen Satya Wacana.

Beberapa tahapan yang dilakukan oleh komite sekolah yakni: 1) Membentuk kepanitiaan Lab’s Fair 2023. 2) Merancang waktu dan bentuk pelaksanaan Lab’s Fair.

3) Melakukan penggalangan dana. 4) Melakukan publikasi. 5) Memulai persiapan sarana dan prasarana kegiatan.

Target waktu pelaksanaannya Lab’s Fair 2023 pada awal bulan Oktober 2023. Komite sekolah pun segera gerak cepat.

Geliat peran aktif komite sekolah sebagaimana yang dirasakan pada saat ini akan terus ditingkatkan dengan wujud peran aktif lainnya di masa mendatang.

Jalinan komunikasi dan intensitas pertemuan serta rancangan program yang melibatkan peran aktif komite menjadi solusi atas permasalahan kurang aktifnya peran komite sekolah. Sehingga tidak lagi ada kesan komite hanya sebatas ‘tukang cap stempel’.

Amrih Gunarto, S. Sn., M. Pd

Kepala SD Kristen Satya Wacana Salatiga

Editor : Agus AP
#Mutu Pendidikan #komite sekolah