Aktifitas pembelajaran tidak dilakukan diruang kelas dengan didampingi guru seperti biasanya namun siswa belajar dari rumah, sehingga banyak kendala yang dialami baik guru maupun peserta didik.
Untuk meningkatkan kemampuan peserta didik, guru dituntut untuk melakukan inovasi dan kreasi yang terus menerus sehingga guru dan peserta didik tidak mudah mengalami kejenuhan dan kebosanan.
Dengan pembelajaran daring guru bisa memberikan tugas kepada siswa melalui aplikasi daring antara lain aplikasi WA melalui grup kelas, memanfaatkan aplikasi google meet, zoom, google form atau google clasroom dan aplikasi daring lainnya..
Salah satu kendala yang dialami peserta didik adalah peserta didik merasa kesulitan memahami materi pelajaran pada pelaksanaan daring.
Meskipun sudah membaca atau menyimak video dan mengerjakan tugas, peserta didik juga cenderung merasa jenuh dan bosan sehingga tugas hanya dibaca tanpa dipahami.
Selama ini peserta didik SMP N 2 Kesesi masih kesulitan belajar pada masa adaptasi kebiasaan baru dengan adanya pandemi covid-19 ini, terutama pada materi pelajaran pola bilangan kelas delapan.
Masih banyak peserta didik menganggap pola bilangan adalah salah satu materi yang sangat sulit dan membingungkan karena peserta didik diminta menentukan pola-pola yang menurut peserta didik tidak selalu sama rumusnya atau cara menghitung untuk menentukan pola berikutnya, antara pola yang satu dengan pola yang lain.
Sehingga banyak peserta didik yang menyerah saat dihadapkan soal-soal yang lebih sulit. Salah satu upaya yang dilaksanakan pada saat pembelajaran materi pola bilangan agar bisa lebih mudah dipahami oleh peserta didik adalah dengan mempraktikkan sendiri dirumah menggunakan permainan dengan stik es krim, dengan langkah-langkah yang sudah diberikan oleh guru melalui aplikasi daring yang digunakan.
Jika biasanya peserta didik kesulitan belajar memahami konsep yang abstrak, maka dengan memanfaatkan benda-benda yang mudah ditemukan di lingkungan sehari-hari peserta didik dapat mempraktikkan sendiri menggunakan stik es krim. Peserta didik akan lebih senang, asyik dan mudah memahami materi pola bilangan.
Sebagai contoh, peserta didik diminta menentukan pola bilangan segitiga. Pada segitiga pertama, peserta didik diminta menyusun dari tiga stik es krim. Pada segitiga kedua peserta didik menyusun dari lima stik es krim.
Pada segitiga yang ketiga, peserta didik menyusun dari tujuh stik es krim. Pada segitiga yang keempat, peserta didik menyusun dari sembilan sik es krim.
Pada segitiga yang kelima, peserta didik menyusun dari sebelas stik es krim, begitu seterusnya siswa bisa menghitung banyak stik es krim pada segitiga berikutnya.
Untuk Contoh yang lain misalnya peserta didik diminta menentukan pola yang lain seperti pola bilangan segiempat. Dengan langkah yang sama, peserta didik membentuk pola segiempat dari stik eskrim.
Pembelajaran materi pola bilangan dengan menggunakan stik eskrim ini bisa dikembangkan dengan berupa gambar atau video, atau diterapkan dengan menggunakan permainan yang lebih menarik , mengasyikkan dan menyenangkan sehingga pada akhirnya materi dapat terserap oleh peserta didik dengan baik dan hasil belajar peserta didik akan meningkat. (ips2/bas)
Guru SMP Negeri 2 Kesesi Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP