Mata pelajaran bahasa Jawa adalah program pembelajaran bahasa untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan Bahasa Jawa serta sikap positif terhadap bahasa Jawa itu sendiri (Arafik, 2013: 29).
Menurut Mulyana (2008: 35) bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional Indonesia,yang tetap hidup dan dipergunakan dalam masyarakat Jawa.
Pembelajaran bahasa Jawa di Sekolah Dasar meliputi 4 aspek yaitu mendengarkan,berbicara,membaca dan menulis.Keempat aspek tersebut tidak dapat terpisahkan antara aspek yang satu dengan yang lainnya.Aspek membaca digunakan untuk mengasah ketrampilan menganalisis isi teks.
Aspek membaca dibagi menjadi dua ketrampilan yaitu membaca dengan huruf biasa menggunakan kalimat bahasa Jawa dan juga membaca menggunakan huruf bahasa Jawa.Aspek menulispun dibagi menjadi 2 ketrampilan menulis yaitu ketrampilan menulis huruf alphabet dan menulis dengan huruf Jawa.
Pembelajaran bahasa Jawa di SDN 01 Sidosari Kesesi Kabupaten Pekalongan sebagai pelajaran muatan lokal hanya mendapat waktu sedikit yaitu hanya 2 jam pelajaran dalam satu minggu.
Hal ini menuntut kerja keras dari penulis untuk mengatur strategi pembelajaran agar materi dapat tersampaikan dengan baik kepada peserta didik.Salah satu materi yang menjadi momok peserta didik adalah membaca dan menulis dengan huruf Jawa.
Peserta didik merasa kesulitan baik dalam menulis maupun membaca huruf Jawa.Untuk mengatasi hal tersebut penulis menerapkan model pembelajaran PAIKEM yaitu menciptakan pembelajaran Aktif,Inovatif,Kreatif dan Menyenangkan.
Salah satu cara agar anak senang dan bangga menulis huruf Jawa yaitu dengan menulis papan nama dengan huruf Jawa.Papan nama yang ditulis peserta didik merupakan kebanggaan bagi peserta didik itu sendiri karena berkaitan dengan nama pribadi yang akan dipasang pada baju sebagai tanda pengenal.
Langkah awal mengajarkan menulis huruf Jawa yaitu mengenalkan aksara Jawa Legena.Aksara Legena merupakan aksara Jawa pokok yang jumlahnya ada 20 huruf yaitu ha,na,ca,ra,ka,da,ta,sa,wa,la,pa,dha,ja,ya,nya,ma,ga,ba,tha,nga.Tata cara penulisan aksara Jawa tidak mengenal spasi,sehingga penggunaan pasangan dapat memperjelas kluster kata.
Langkah kedua adalah mengenalkan sandangan Aksara Jawa.Sandhangan merupakan penanda yang berfungsi sebagai pengubah bunyi aksara Jawa.Sandhangan aksara Jawa dibagi menjadi dua golongan yaitu sandhangan vokal (swara) yang meliputi wulu,pepet,suku,taling ,tarung dan sandhangan konsonan penutup suku kata (panyigeg wanda ) yang meliputi wignyan,layar,cecak dan pangkon.Untuk menuliskan konsonan asing seperti f,z,kh,sy kita bisa menggunakan aksara rekan.
Langkah ketiga adalah menulis nama sendiri dengan huruf Jawa.Dengan bimbingan,arahan dan koreksi yang terus menerus sehingga peserta didik mengerti dan paham menulis nama sendiri dengan baik dan benar.
Selanjutnya adalah menuliskan nama sendiri dengan huruf Jawa pada kertas tebal kemudian dilaminating/pres plastik sebagai papan nama.Papan nama tersebut wajib dipasang pada seragam sekolah.
Dari hasil penilaian dan pengamatan kegiatan menulis papan nama dengan huruf Jawa ternyata mampu memberikan motivasi kepada peserta didik .Peserta didik merasa bangga dan senang memakai papan nama tulisan sendiri.
Kegiatan ini juga merangsang peserta didik untuk membaca dan mengoreksi papan nama dari temannya.Menulis huruf Jawa yang semula dianggap sulit kini menjadi hal biasa dan bahkan menjadi kebanggaan bagi peserta didik di SDN 01 Sidosari. (ips2/zal)
Guru SDN 01 Sidosari Kesesi, Pekalongan Editor : Agus AP