Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran Informatika dengan Moda Unplugged

Agus AP • Senin, 1 Mei 2023 | 00:01 WIB
Siti Zubaedah, S.Kom
Siti Zubaedah, S.Kom
RADARSEMARANG.ID, Dalam bidang pendidikan, teknologi informasi dan multimedia telah mengubah paradigma penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik. Computer Assisted Instruction (CAI) bukan saja dapat membantu guru dalam mengajar, melainkan sudah dapat bersifat stand alone dalam memfasilitasi proses belajar, peranan teknologi informasi (TI) dan multimedia telah memungkinkan diwujudkannya pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dengan melibatkan siswa secara aktif.

Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat. Maka dengan adanya TIK yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan TIK.

Dalam rangka untuk mewujudkan pembelajaran yang mendukung mengembangkan potensi siswa dalam pelaksanaan kurikulum, pembelajaran di sekolah perlu didukung pemanfaatan TIK yang dapat mengekplorasi sumber belajar secara efektif dan efisien dengan memaksimalkan peran guru TIK dan guru KKPI di sekolah.

Untuk mewujudkan pembelajaran yang mendukung mengembangkan potensi siswa di bidang TIK, SMPN Negeri 28 Semarang pada awal tahun pelajaran 2022/2023 telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Pada struktur kurikulum merdeka, pembelajaran TIK menjadi mata pelajaran Informatika, yang semula di kurikulum 2013 pembelajaran TIK bukan sebagai mata pelajaran melainkan Bimbingan TIK.

Termuat pada buku Guru mapel Informatika kelas VII, Pendidikan Informatika berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir komputasional dalam penyelesaian persoalan sehari­hari, dan menekankan keseimbangan antara kemampuan berpikir, keterampilan menerapkan pengetahuan Informatika, serta memanfaatkan teknologi (khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi) secara tepat dan bijak sebagai alat bantu untuk menghasilkan artefak komputasional sebagai solusi efisien dan optimal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Materi ajar infomatika yang dipelajari siswa ada 8 elemen capaian pembelajaran yaitu: Berpikir Komputasional (BK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Sistem Komputer (SK), Jaringan Komputer dan Internet (JKI), Analisis Data (AD), Algoritma dan Pemrograman (AP), Dampak Sosial Informatika (DSI), dan Praktika Lintas Bidang (PLB).

Dari delapan elemen capaian pembelajaran yang penulis sampaikan ke siswa sebagai pengampu mata pelajaran Informatika di SMP Negeri 28 Semarang diantaranya materi ajar tentang elemen Berpikir Komputasional.

Pada elemen ini, materi yang dipelajari siswa yaitu menerapkan berpikir komputasional untuk menghasilkan beberapa solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil serta mendisposisikan berpikir komputasional dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan literasi sains (computationally literate).

Dalam kegiatan pembelajaran tentang materi tersebut, penulis menggunakan model aktivitas unplugged. Dengan moda unplugged, sasaran kompetensi disampaikan melalui proses pembelajaran tanpa menggunakan sarana komputer atau gawai.

Sebagai ganti perkakas berteknologi tersebut, proses pembelajaran dilakukan secara menarik dengan menggunakan permainan peran, simulasi, teka teki, atau menggunakan bahan­bahan yang mudah serta peralatan sehari­hari yang dijumpai di manapun.

Proses pembelajaran yang dilakukan siswa mengerjakan aktivitas dengan tema “Mengisi Ember” untuk aktivitas individu. Setelah siswa menjawab soal, guru melakukan diskusi dengan siswa. Siswa diharapkan menjelaskan apa jawaban dan bagaimana runtutan logika dari jawaban atas soal tersebut.

Guru memilih beberapa siswa secara acak menjelaskan jawaban atas soal tersebut. Guru selanjutnya berdiskusi dengan siswa dan menjelaskan cara yang paling efisien untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Di kegiatan penutup, guru menutup pertemuan dengan refleksi bahwa berpikir komputasional adalah pengetahuan yang dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari­hari. (ips1/ton)



Guru Mapel Informatika SMP Negeri 28 Semarang Editor : Agus AP
#Moda Unplugged #Siti Zubaedah #Pembelajaran Informatika #SMP Negeri 28 Semarang #Guru Mapel Informatika