Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Belajar Teks Persuasif dengan Metode Peer Tutoring

Agus AP • Sabtu, 11 Maret 2023 | 22:42 WIB
Joko Kuntoro, S.Pd.
Joko Kuntoro, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, BERBICARA di depan orang banyak dalam kondisi formal sangatlah susah, lebih-lebih dilakukan oleh seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kemampuan peserta didik berbicara secara persuasif tentunya lebih sulit dilakukan apabila sifatnya membujuk atau mendorong, memengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan kita.

Dalam hal ini adalah saat mengajak atau mendorong melakukan tindakan yang baik dan bermanfaat.

Beda lagi jika hal tersebut dilakukan pada kegiatan-kegiatan non-formal, kegiatan ngobrol bareng teman lama, reoni sekolah dan pembicara secara sederhana di lingkungan masyarakat pasti beda cerita.

Pasalnya kemampuan untuk mempengaruhi orang lain perlu diyakinkan dengan syarat atau bukti-bukti penguat tentunya. Apalagi hal tersebut memiliki tujuan yaitu memengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai keinginan pembicara atau sebuah organisasi maupun sebuah perusahaan.

Seperti dikatakan (Arjanggi, R., & Suprihatin, T., 2010) Metode Pembelajaran Tutor Teman Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Berdasar Regulasi-Diri.

Tujuannya adalah untuk menguji pengaruh metode tutor teman sebaya terhadap belajar berdasarkan regulasi-diri. Proses regulasi-diri seperti perencanaan, monitor diri dan kendali terhadap gangguan, model interaksi antara lingkungan individu dan perilaku merupakan interaksi timbal balik yang saling menentukan.

Melalui tutor teman sebaya diharapkan akan terbangun perilaku potensial melalui pengorganisasian materi pembelajaran secara mandiri dalam bentuk mencari pertolongan dan memberi pertolongan selama proses belajar berlangsung secara lebih intensif karena adanya jarak psikologis yang minimal antara tutor dan tutee.

Dari permasalahan tersebut, penulis mengambil langkah dengan metode pembelajaran Peer Tutoring (tutor sebaya) pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Persuasif kelas VIII SMP Negeri 5 Salatiga, Tahun Pelajaran 2022/2023. Kemampuan peserta didik dalam materi Teks Persuasif utamanya saat menyampaikan informasi yang sifatnya membujuk atau mendorong memengaruhi masih sangat rendah.

(S. Safsina, 2021) mengatakan konsep tutoring secara umum dapat diartikan sebagai proses yang melibatkan seseorang untuk memberikan bantuan dan bimbingan belajar kepada orang lain dalam kegiatan pembelajaran. Artinya tutor sebaya akan meningkatkan pembelajaran dan pengertian siswa yang terlibat.

Seseorang anak atau peserta didik yang diajar melalui kegiatan tutorial akan mampu menguasai bahan karena ia dapat belajar melalui proses mengkaji bukan menghafal.

Anak lebih mampu berkomunikasi dengan yang lain. Anak sebaya ternyata dapat mengajar temannya lebih baik dari pada yang lain dikarenakan ia lebih dapat bekerja secara demokratis dengan teman-temannya. Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi tutor sebaya antara lain : Pertama, berprestasi baik; Kedua, dapat diterima atau disetujui oleh siswa yang mendapat bantuan sehingga siswa leluasa bertanya; Ketiga, dapat menerangkan dengan jelas bahan pengajaran yang dibutuhkan oleh siswa; Keempat, berkepribadian ramah, lancar berbicara, luwes dalam bergaul, tidak sombong dan memiliki jiwa penolong; Kelima, memiliki daya kreatifitas yang cukup untuk membimbing temannya. (Suharsimi Arikunto,1988:62-63).

Metode pembelajaran Peer Tutoring ini dilakukan di luar kelas dengan memanfaat fasilitas sekolah misalnya di teras kelas, serambi mushola, taman sekolah atau di lapangan upacara maupun di lapangan bulu tangkis yang terbuka secara berkelompok.

Dengan pembelajaran di luar kelas diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengomunikasikan sesuatu yang sifatnya memengaruhi orang lain agar melakukan apa yang menjadi keinginan pembicara dalam hal ini adalah materi teks persuasi.

Dan pada akhirnya nanti bisa diaplikasikan pada kegiatan-kegiatan formal di sekolah, organisasi dan bahkan dalam kemasyarakatan ataupun event-event penting dan tetap menjunjung tinggi sifat-sifat kepribadian yang ramah sopan santun (atitude.)

Metode ini membuktikan bahwa pembelajaran aktif bisa dilakukan tanpa harus melibatkan banyak tenaga pengajar. Selain itu, proses pembelajaran bisa dimaksimalkan dengan potensi yang ada, diantaranya melalui tutor teman sebaya. (ds1/zal)


Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 5 Salatiga Editor : Agus AP
#Joko Kuntoro #Guru Bahasa Indonesia #Metode Peer Tutoring #Belajar Teks Persuasif #SMP Negeri 5 Salatiga