Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran Teks Diskusi dengan Think Talk Write

Agus AP • Jumat, 17 Februari 2023 | 04:54 WIB
Oleh : Kusmadi, S.Pd
Oleh : Kusmadi, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Dalam proses kegiatan belajar mengajar, tentu ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. Salah satu faktor tersebut adalah penggunaaan model pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang tidak tepat akan berpengaruh pada ketercapaian tujuan pembelajaran.

Maka, guru harus mampu menerapkan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar (KD) yang diajarkan. Model pembelajaran merupakan bentuk untuk mengimplementasikan dan merealisasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.

Dengan model pembelajaran, peserta didik tidak merasa jenuh, lebih semangat dan antusias dalam proses pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran akan lebih menarik, beragam, dan lebih bermakna. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Model pembelajaran ini sangat tepat jika diterapkan dalam pembelajaran teks diskusi.

Apa itu pembelajaran Think Talk Write (TTW)? Think Talk Write (TTW) adalah model pembelajaran yang dimulai dari alur berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi dan alternatif solusi), selanjutnya berbicara dengan melakukan diskusi, presentasi dan terakhir menulis dengan membuat laporan hasil diskusi maupun presentasi (Suyatno, 2009:66).

Model pembelajaran ini dapat membantu peserta didik dalam mengonstruksi atau membangun pengetahuannya sendiri sehingga pemahaman konsep menjadi lebih optimal. Peserta didik dapat mendiskusikan pemikirannya dengan teman kelompoknya sehingga peserta didik dapat saling bertukar pikiran.

Hal ini dapat membantu peserta didik dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan. Disamping itu, model pembelajaran ini juga melatih peserta didik dalam mengomunikasikan ide-idenya dalam bentuk tulisan secara sistematis.

Ada pun langkah-langkah model pembelajaran TTW, adalah sebagai berikut: pertama adalah think (berpikir). Think merupakan aktivitas peserta didik untuk berpikir. Kegiatan ini diawali dengan guru membagikan teks bacaan berupa lembar aktivitas peserta didik yang di dalamnya memuat permasalahan. Peserta didik membaca teks tersebut dan membuat catatan-catatan kecil secara individual, berupa apa saja yang diketahui dan tidak diketahui.

Dengan membuat catatan-catatan kecil tersebut dapat merangang aktivitas berpikir peserta didik. Selain itu, juga memperluas pengetahuan dan wawasan peserta didik bahkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.

Kedua talk (berbicara). Talk merupakan aktivitas peserta didik dalam berkomunikai dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang mereka pahami. Kegiatan yang dilakukan guru pada tahap ini adalah membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 3-5 peserta didik yang heterogen.

Hal ini dilakukan agar peserta didik yang berkemampuan lebih, sedang, dan rendah bisa menyatu dalam satu kelompok. Peserta didik harus dapat berinteraksi dengan teman dalam satu kelompok.

Mereka berdiskusi untuk mengomunikasikan ide-idenya dan membahas isi catatan kecil yang telah dibuatnya. Pada tahap ini, guru bertugas sebagai fasilitator, guru senantiasa harus bisa memberikan arahan dan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan, Langkah terakhir model pembelajaran ini adalah write (menulis).

Write merupakan aktivitas peserta didik dalam menuliskan hasil diskusi. Peserta didik mengkontruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang telah didapatkan dari hasil diskusi dalam bentuk tulisan dengan bahasanya sendiri. Setelah itu, guru meminta perwakilan dari kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya sedangkan kelompok yang lain memberikan tanggapan.

Kegiatan akhir pembelajaran adalah membuat refleksi dan kesimpulan atas materi yang dipelajari. (uj/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Mertoyudan, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP
#SMPN 1 Mertoyudan #Guru Bahasa Indonesia #Think Talk Write #Kusmadi #Pembelajaran Teks Diskusi