Untuk mencapai perkembangan optimal, potensi peserta didik perlu difasilitasi melalui berbagai komponen pendidikan. Salah satunya adalah layanan BK.
Layanan BK saat ini berupa pengembangan potensi-potensi individu. Pengembangan potensi positif memungkinkan individu mencapai aktualisasi diri.
Pada proses penyesuaian diri agar optimal peserta didik perlu difasilitasi oleh pendidik termasuk guru BK atau konselor. Penyesuaian yang optimal akan mendorong peserta didik mampu menghadapai permasalahan seperti masalah pribadi, sosial, belajar dan karir.
Dalam penyelenggaraan pendidik yang bermutu dan efektif dengan cara mengintregrasikan tiga komponen sistem pendidikan. Yaitu komponen manajemen dan kepemimpinan, pembelajaran yang mendidik serta peran BK memandirikan peserta didik.
Ketiga komponen tersebut memiliki wilayah-wilayah sendiri dan saling melengkapi. Dalam melakukan layanan klasikal konselor dapat menggunakan beberapa model pembelajaran yang menarik siswa. Ada beberapa model pembelajaran dalam layanan klasikal yang bisa digunakan salah satu contoh yaitu model pembelajaran problem solving.
Menurut Shoimin (2017: 135) metode problem solving adalah metode pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pembelajaran dan ketrampilan pemecahan masalah yang diikuti dengan penguatan ketrampilan.
Penerapan metode problem solving dalam layanan klasikal menurut Sani (2019: 243). Langkah-langkah pembelajaran meliputi : pertama, pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran. Dua, guru memberikan permasalahan yang perlu dicari solusinya. Tiga, guru menjelaskan prosedur pemecahan masalah yang benar.
Empat, peserta didik mencari literatur yang mendukung untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru. Lima, siswa menetapkan beberapa solusi yang dapat diambil untuk menyelesaikan permasalahan. Enam, peserta didik melaporkan tugas yang diberikan guru.
Kelebihan metode pembelajaran problem solving, menurut Sanjaya (2016: 220) adalah teknik pembelajaran yang cukup bagus agar siswa lebih memahami isi pelajaran. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasaan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. Dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. Membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan mereka memahami masalah dalam kehidupan nyata. Dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
Suatu proses layanan bimbingan dapat dikatakan berhasil apabila kompetensi siswa dapat mencapai standar yang diharuskan. Pendekatan metode problem solving dalam layanan klasikal mampu merangsang pengembangan kemampuan berpikir peserta didik secara kreatif dan menyeluruh, sehingga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Metode problem solving memicu peserta didik untuk menggunakan ketrampilan berpikir tingkat tinggi yang disebut HOT (Higher Order Thinking Skills) sehingga mendorong peserta didik mampu dalam proses pemecahan masalah yang sedang dihadapi.
Selain itu pendekatan ini mampu membuat pendidik di sekolah lebih kreatif dalam memberikan layanan secara klasikal kepada peserta didik. Dengan materi yang relevan dengan kehidupan, khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode problem solving ini proses layanan klasikal berjalan dengan baik dan lancar serta menyenangkan bagi peserta didik. (ut/lis)
Guru BK SMPN 1 Secang, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP