Dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah guru harus mampu mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik. Agar menjadi manusia yang dapat mengembangkan bakat dan minatnya menjadi sesuatu yang bernilai.
Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti peserta didik diarahkan mengenali potensi diri melalui telaah QS. Ali Imran : 190 – 191. Para peserta didik dibawa untuk belajar berpikir kritis.
Salah satu manfaat yang dapat diperoleh berpikir kritis terhadap diri sendiri dan lingkungan maka peserta didik dapat mengetahui potensi diri yang dimiliki dan kelemahan yang dapat menjadi penghambat berkembangnya potensi tersebut serta peluang dukungan lingkungan tempat mereka berada.
Tahapan untuk proses pembelajaran ini dapat kita mulai seperti pembelajaran dengan tema-tema ayat Alquran seperti biasanya. Dimulai dengan membaca ayat baik secara klasikal maupun perorangan dengan memperhatikan kaidah tajwid yang benar.
Kemudian guru memberikan penjelasan mengenai hukum-hukum bacaan yang muncul dalam ayat ini. Selanjutnya guru membimbing peserta didik untuk menerjemahkan makna ayat mulai dari terjemah perkata kemudian dilanjutkan dengan menerjemahkan secara keseluruhan ayat.
Selanjutnya guru mengajak peserta didik untuk memberikan analisa terhadap QS. Ali Imran : 190-191 dengan cara berdiskusi secara kelompok kemudian dilakukan presentasi atas hasil diskusi tersebut. Untuk memperkuat pemahaman terhadap kandungan ayat tersebut guru memberikan penjelasan mengenai konsep berfikir kritis dan contoh sejarah para nabi yang berfikir kritis untuk memahami kekuasaan dan kebesaran Allah SWT di alam ini.
Setelah adanya pemahaman peserta didik tentang bagaimana konsep berfikir kritis, selanjutnya guru mengajak kepada para peserta didik untuk berfikir kritis terhadap diri sendiri. Guru memberikan gambaran mengenai kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang lain. Langkah selanjutnya guru meminta setiap murid melihat kedalam diri masing-masing dan menjawab beberapa hal. Pertama pertanyaannya terkait kegemaran peserta didik Karena dari kegemaran biasanya muncul potensi atau kelebihan masing-masing orang.
Kemudian guru mengajak peserta didik menggali kelebihan yang dimiliki orang masing-masing peserta didik. Jika ada yang merasa kebingungan akan kelebihan yang dimiliki maka guru dapat mengarahkan kepada kegemaran yang tadi telah diungkapkan diawal.
Setelah itu guru meminta para peserta didik membuat kesimpulan tertulis. Dari dua hal yang digali masing-masing peserta didik inilah yang akan menjadi potensi diri yang dapat dikembangkan menjadi bekal berkreasi dan berprestasi.
Langkah berikutnya guru meminta peserta didik berpikir kritis lagi terhadap diri masing-masing. Dengan mencari kelemahan atau kekurangan pada diri masing-masing serta segala hal yang selama ini menjadi penghambat berkembangnya potensi diri. Untuk memaksimalkan hasil pembelajaran ini guru dapat meluangkan waktu untuk mengadakan diskusi bersama kelompok-kelompok kecil dalam kelas maupun diluar kelas. Untuk membahas dan bertukar saran mengenai potensi dan kekurangan masing-masing peserta didik yang tujuannya adalah untuk memberikan motivasi dan membuka peluang agar peserta didik dapat lebih maju dengan mengembangkan potensi diri masing-masing.
Dengan berbagai tahapan diharapkan guru dapat membantu berkembangnya peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang menghambat berkembangnya potensi peserta didik. Sehingga hasil proses belajar bermanfaat untuk bekal kehidupan para peserta didik. (tt2/fth)
Guru Mapel PAI SMK Negeri 1 Pringapus Editor : Agus AP