Adanya permasalahan remaja mengenai diri pribadi maupun diri dengan lingkungan menunjukkan bahwa remaja belum memahami bagaimana konsep dirinya.
Rogers (dalam Asmara, 2007: 2) menjelaskan bahwa konsep diri adalah kesadaran tentang diri yang mencakup semua gagasan, persepsi dan nilai yang menentukan karakteristik individu. Konsep diri ini mempunyai peranan yang penting dalam menentukan perilaku individu, bagaimana individu memandang dirinya, yang akan tampak dari karakter dan seluruh perilakunya.
Kesadaran dan pandangan tentang dirinya yang dihayati akan mempengaruhi persepsi seseorang tentang kehidupan maupun perilakunya, apakah persepsi dan perilaku tersebut bersifat positif atau negatif, tergantung pada konsep diri yang positif maupun negatif dari individu tersebut. Setiap individu mempunyai potensi untuk memiliki konsep diri positif, meski pada kenyataannya tidak sedikit yang mengalami hambatan dalam penerimaan terhadap keadaan diri, sehingga individu cenderung tidak menerima keadaan dirinya.
Dari hasil assesmen yang dilakukan oleh guru BK melalui wawancara, kuesioner AKPD, serta observasi diperoleh data bahwa beberapa siswa masih menunjukkan konsep diri negatif, yaitu pada siswa kelas X menunjukkan bahwa ada beberapa siswa belum mampu menerima dirinya karena kekurangan-kekurangannya. Kurang percaya diri karena merasa dirinya tidak pandai seperti teman – temannya, kurang percaya diri karena merasa berasal dari keluarga tidak mampu, mudah marah atau tersinggung dengan teman karena merasa tidak disukai oleh teman, kurang memiliki motivasi untuk berkompetisi dalam berprestasi. Hal ini menandakan bahwa siswa memiliki konsep diri negatif.
Penulis sebagai guru BK memberikan bantuan kepada siswa dalam upaya membantu siswa mencapai tugas – tugas perkembangan, membantu siswa mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal, serta membantu siswa untuk mampu memahami dirinya dan memandirikan siswa. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan konsep diri negatif beberapa siswa kelas X dengan layanan konseling kelompok teknik self management. Layanan konseling kelompok merupakan layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk melakukan pembahasan dan penuntasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok.
Teknik yang digunakan adalah teknik self management, teknik tersebut dianggap tepat untuk membantu siswa dalam meningkatkan konsep dirinya, dengan alasan teknik self-management tidak menimbulkan ketergantungan dan dapat digunakan untuk membantu siswa mengatur perubahan perilaku secara mandiri. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan Mahoney dan Thoresen (dalam Fitri, 2013 : 29) bahwa prosedur strategi pengelolaan diri dapat meningkatkan kemampuan individu untuk mengendalikan perilakunya.
Kegiatan konseling kelompok teknik self management ini dilaksanakan selama 7 kali pertemuan. Langkah – Langkah pelaksanaan konseling kelompok dengan teknik self management meliputi tahap awal atau pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran. Sedangkan yang harus dilakukan untuk mengarahkan perubahan tingkah laku adalah sebagai berikut : (1) self monitoring, dengan mencatat sendiri tingkah laku tertentu (pikiran, tingkah laku dan tindakan) tentang dirinya dan interaksinya dengan peristiwa lingkungan, (2) stimulus control, menambah atau mengurangi tingkah laku, dan (3) self reward, penghargaan diri baik materiil maupun non materiil, apabila berhasil mencapai tujuan yang diinginkan. Selama proses kegiatan konseling kelompok pada setiap pertemuan dilakukan evaluasi. Evaluasi hasil dilakukan dengan penilaian laiseg.
Setelah dilaksanakan konseling kelompok menggunakan teknik self management menunjukkan bahwa adanya perubahan konsep diri siswa. Sebelum diberikan layanan siswa memandang dirinya dengan konsep diri negatif, sedangkan setelah diberikan layanan siswa mampu untuk memandang dirinya dengan konsep diri positif.
Dari evaluasi proses dan evaluasi hasil yang sudah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa layanan konseling kelompok teknik self management dengan topik “Konsep diri remaja” berjalan dengan lancar, serta tujuan dari layanan dapat tercapai secara optimal. (una/ton)
Guru BK SMA Negeri 1 Grabag, Kab. Magelang Editor : Agus AP