Menurut Tarigan (2015:2) keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah biasanya mencakup empat segi. Meliputi keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis (writing skills). Dari keempat keterampilan tersebut, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan bahasa yang wajib dikuasai siswa di sekolah dasar khususnya kelas I.
Menulis adalah suatu kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, pengalaman, dan pengetahuan ke dalam bentuk catatan. Keterampilan menulis tidak diperoleh secara instan. Guru perlu membimbing dan melatih siswa supaya bisa menulis dengan benar. Keterampilan menulis permulaan harus benar-benar diperhatikan. Terutama di sekolah dasar. Karena sebagai bekal siswa untuk mempelajari kompetensi dasar yang lain dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kenyataannya menulis masih dianggap kegiatan yang melelahkan bagi siswa. Kesulitan menulis permulaan juga dialami siswa kelas 1 SDN Kalibeluk 01 Kec. Warungasem Kab. Batang. Kesulitan yang sering muncul seperti siswa belum bisa menulis huruf, kata, dan kalimat dengan baik, benar, jelas, dan rapi. Guru akhirnya mencari solusi dengan pemilihan metode pembelajaran tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu SAS (Struktural Analitik Sintetik). SAS merupakan metode pembelajaran menulis permulaan yang melalui beberapa tahap yaitu: a) Struktural menampilkan keseluruhan dan memperkenalkan sebuah kalimat utuh; b) Analitik melakukan proses penguraian kalimat menjadi kata, kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf; c) Sintetik melakukan penggabungan kembali ke bentuk struktural semula.
Langkah-langkah pembelajaran menulis permulaan dengan SAS yaitu: a) guru bercerita dan melakukan dialog bersama siswa dengan memperlihatkan gambar yang berhubungan dengan isi cerita; b) guru menuliskan beberapa kalimat sebagai kesimpulan dari isi cerita; c) guru menulis satu kalimat yang diambil dari isi cerita; d) guru menulis kata-kata sebagai uraian dari kalimat; e) guru menulis suku-suku kata sebagai uraian dari kata-kata; f) guru menulis huruf-huruf sebagai uraian dari suku-suku kata; g) guru mensintesiskan huruf-huruf menjadi suku-suku kata; h) guru menyatukan kata-kata menjadi kalimat. Demikian langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru secara berulang dalam menulis permulaan menggunakan metode SAS.
Metode SAS dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu, menyajikan bahan pelajaran yang sesuai dengan perkembangan dan pengalaman bahasa siswa dalam lingkungannya, serta siswa dituntut untuk berpikir analitis dengan cara membiasakan ke arah pendekatan yang terstruktur. Sehingga siswa lebih mudah mengikuti pembelajaran dan menguasai keterampilan menulis pada kesempatan berikutnya.
Penerapan metode SAS memudahkan siswa memahami cara menulis berstruktur. Terbukti dengan penerapan metode ini, siswa lebih memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Siswa antusias dalam belajar. Dan hal ini berdampak meningkatnya keterampilan menulis siswa. (wa2/fth)
Guru SDN Kalibeluk 01, Kec. Warungasem, Kab. Batang Editor : Agus AP