Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Aplikasi WhatsApp Adalah Pembelajaran Daring yang Terefektif bagi Siswa SD

Agus AP • Minggu, 3 April 2022 | 19:06 WIB
Mundakir, S.Pd.SD
Mundakir, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, Di era globalisasi saat ini, penyiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia berkualitas di masa depan merupakan tanggung jawab pendidikan. Dalam lingkungan pendidikan di sekolah, keprofesionalime guru memegang kunci utama bagi peningkatan mutu tersebut, yang mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik sebagai aset generasi penerus Indonesia masa depan.

Tuntutan globalisasi dan modernisasi yang semakin maju dengan ditandai oleh rasionalisasi dalam berkarya yang sangat tinggi, haruslah diimbangi dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru.

Pada awal pembelajaran daring khususnya kelas VI di SDN 01 Mejasem Kecamatan Siwalan mengalami beberapa kendala dalam pelaksanaannya, yaitu susah diajak komunikasi. Dalam pembelajaran melalui WhatsApp mereka kesulitan mengikuti pelajaran, dengan alasan kuota ataupun tidak mempunyai android. Masa pandemi terkait model atau sistem pembelajaran, orang tua mengalami kesulitan dalam membimbing atau mendampingi anaknya.

Kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 dilaksanakan dengan metode jarak jauh dengan sistem daring (e-learning). E-learning dapat didefinisikan sebagai proses pembelajaran digital melalui jaringan internet (Jethro, et al. 2012). E-learning merupakan pemanfaatan media pembelajaran menggunakan internet, untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Setiap metode pembelajaran harus mengandung rumusan pengorganisasian bahan pelajaran, strategi penyampaian, dan pengelolaan kegiatan dengan memperhatikan faktor tujuan belajar, hambatan belajar, karakteristik peserta didik, agar dapat diperoleh efektivitas, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran (Miarso, 2004).

Salah satu metode e-learning yang mudah digunakan adalah WA memungkinkan pengguna untuk berkirim pesan, berbagi foto, maupun mengirim pesan suara dengan koneksi internet. Saat ini mulai bermunculan pesaing yang juga menawarkan kemampuan yang dimiliki WA berikut inovasi baru. WA penggunaannya sangat mudah dan sangat lancar digunakan pada sistem operasi Android yang sedang naik daun. Pendaftarannya juga sangat mudah, cukup dengan nomor telepon yang digunakan. Berikut akan dijelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan dari aplikasi Whatsapp.

Langkah-langkah membuat grup WhatsApp antara lain : pertama, guru menghubungi ketua kelas untuk dibuatkan agar dibuatkan WAG mata pelajaran dengan admin guru dan 1 peserta didik. Kedua, ketika waktu belajar yang ditentukan, guru memulainya dengan memberi salam dan motivasi positif dalam menyikapi Covid-19. Ketiga, mengabsen real time atau siswa diperintah mengisi daftar nama pada chat WAG.

Keempat, setelah absen, guru menertibkan bahan ajar, dapat berupa catatan ringkas guru/buku lalu di foto atau kirim video pembelajaran. Kelima, selama proses literasi atau setelah membaca, dibuka sesi tanya jawab. Pertanyaan dapat ditulis atau melalui voice note.

Keenam, untuk mengukur proses tersebut maka latihan soal dapat diberikan. Guru tetap memberikan testimoni atau komentar proses KBM. Ketujuh, setelah selesai pembelajaran tutup dengan doa dan motivasi positif seperti di awal membuka pelajaran.

Kedelapan, pada hari berikutnya guru dapat menerbitkan hasil berupa nilai, dan tentunya pujian wajar. Adapun langkah selanjutnya adalah untuk mengefektifkan dan melancarkan komunikasi antarsiswa yaitu dengan memberikan perhatian jika mereka terlambat online, atau menyelesaikan tugas, pembinaannya bisa berupa nasihat dan ketegasan guru.

Atau langkah-langkah membuat WAG secara singkatnya adalah membuat grup belajar, memasukkan siswa, membuat absensi online, membuat jadwal dan rencana belajar. Membuat kegiatan belajar, diskusi dan tanya jawab, hasil belajar kirim ke WAG, penilaian hasil belajar, dan laporan hasil belajar.

Pembelajaran daring dengan WA ini, penulis berharap supaya peserta didik dapat berkomunikasi secara mudah. Baik melalui fasilitas internet secara reguler. Atau kapan saja siswa dapat berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu. Berubahnya peran siswa dari yang pasif menjadi aktif. (cd3/lis)




Guru Kelas 6 SDN 01 Mejasem, Kec. Siwalan, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP
#Guru Kelas 6 #Mundakir #siswa sd #Terefektif #SDN 01 Mejasem #Aplikasi Whatsapp #Pembelajaran Daring