Kecakapan ini dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan hidup. Karena itu literasi numerasi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dikembangkan sejak dini. Baik melalui pendidikan keluarga maupun pendidikan formal. Ini sekaligus menjadi tantangan semua pihak, terutama bagi guru matematika untuk mengembangkan literasi numerasi.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan pembelajaran matematika berbasis soal dengan tipe High Order Thinking Skill (HOTS) Sebagai mana yang sudah penulis lakukan pada proses pembelajaran matematika kelas IX khususnya pada Kompetensi Dasar 4.5. Yaitu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan transformasi geometri (refleksi, translasi, rotasi dan dilatasi ) yang dihubungkan dengan masalah kontekstual.
Menurut Ibrahim, dkk ( 2017:8 ) Literasi Numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) dapat memperoleh, menggunakan, menginterpretasikan dan mengkomunikasikan angka dan simbol matematika untuk memecahkan masalah praktis yang ada dalam konteks kehidupan sehari-hari; (b) dapat menganalisis berbagai informasi yang ditampilkan dalam bentuk ( grafik, bagan, tabel, dsb) untuk menentukan keputusan.
Secara sederhana literasi numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari, interpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita serta mengapresiasi dan memahami informasi yang dinyatakan secara matematis.
Literasi numerasi berkaitan erat dengan pemecahan masalah matematika. Sedangkan pemecahan masalah merupakan inti dari pembelajaran matematika. Yang dimaksud pemecahan masalah disini termasuk di dalamnya menemukan solusi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Masalah atau soal matematika yang baik dapat digunakan untuk mengkognisi dalam mengeksplorasi ide-ide dan memperkuat penalaran serta melatih ketekunan dan kreativitas serta strategi pemecahan masalah yang tepat.
Salah satunya adalah dengan pemberian soal-soal berbasis HOTS. Soal dengan tipe High Order Thinking Skill ( HOTS ) menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi dan melibatkan proses bernalar sehingga dapat mengasah kemampuan untuk berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif dan kreatif (Surya Puspitarini, Wardono, & Kartono, 2018 ).
Soal dengan tipe HOTS dapat melatih peserta didik untuk berfikir dalam tingkatan menganalisis, evaluasi, dan kreatif. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika sangat perlu membiasakan mengenalkan peserta didik untuk menyelesaikan soal-soal matematika yang berbasis HOTS. Pada tahap awal masih banyak peserta didik yang merasa kesulitan. Tetapi dengan bimbingan dan ketekunannya peserta didik akan mampu memecahkan soal-soal matematika berbasis HOTS.
Dengan sudah terbiasa menyelesaikan soal-soal berbasis HOTS maka tanpa disadari akan lebih menumbuhkembangkan literasi numerasi. Yang tentunya sangat bermanfaat untuk mengembangkan peserta didik. Agar dapat berfikir kritis, logis, reflektif dan metakognitif sehingga akan mampu bersaing di era globalisasi. (nov1/fth)
Guru Matematika SMPN 3 Moga, Kab. Pemalang Editor : Agus AP