Membaca termasuk kemampuan dasar yang wajib dikuasai siswa disekolah dasar. Berkaitan dengan menanamkan kemampuan membaca yang nyaring, suku kata dan kata dengan lafal yang tepat menjadi salah satu materi pembelajaran yang sangat penting.
Salah satu permasalahan yang dihadapi guru SD Negeri Harjowinangun 02 Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang adalah keterampilan membaca.
Dalam melaksanakan tugas mengajar bahasa Indonesia tentang membaca, permasalahan yang dihadapi bahwa minat baca siswa masih rendah. Salah satu penyebabnya karena peran guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah.
Sebagai jalan keluar agar proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas satu khususnya tentang membaca nyaring, suku kata dan kata dengan lafal yang tepat dapat berjalan dengan lancer, maka sebagai seorang guru mengambil langkah perbaikan melalui metode global.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, materi membaca dapat dilakukan dengan berbagai metode. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode global. Metode global juga disebut metode kalimat, karena alur proses pembelajaran yang diperlihatkan diawali dengan menyajikan beberapa kalimat secara global atau utuh.
Kelebihan dari metode global yaitu dalam membaca tidak ada mengeja huruf demi huruf sehingga mempercepat proses penguasaan kemampuan membaca permulaan, dapat belajar mengenal huruf dengan mengupas atau menguraikan suku kata yang dipergunakan dalam unsur-unsur hurufnya, penyajian tidak memakan waktu yang lama, dan dapat secara mudah mengetahui berbagai macam kata.
Menurut Satrio (2011) metode global yaitu (metode kalimat) proses pembelajaran MMP (metode membaca permulaan) yang memperlihatkan melalui proses diawali dengan penyajian beberapa kalimat yang dimaksud. Biasanya menyajikan gambar di bawah gambar ditulis sebuah kalimat yang kira-kira menunjuk pada makna gambar tersebut (https://eprints.umsida.ac.id diakses pada 16 November 2021 pukul 16.40).
Dalam pengenalan kalimat didukung dengan menampilkan gambar sesuai kalimat. Sebagai contoh kalimat yang disajikan berbunyi “Ini Nani” maka gambar yang ditampilkan adalah gambar seorang anak perempuan. Setelah siswa mengenal kalimat yang diperkenalkan kemudian dilanjut dengan proses deglobalisasi.
Yaitu proses penguraian kalimat menjadi satuan satuan yang lebih kecil, yakni menjadi, kata, suku kata, dan huruf. Namun proses deglobalisasi itu tidak dilanjutkan dengan proses sintesa atau penggabungan kembali huruf-huruf yang telah diurai menjadi kata dan kalimat kembali.
Adapun langkah-langkah dengan metode global yaitu mula-mula guru menyajikan beberapa kalimat. Setelah siswa dapat membaca kalimat, kemudian kalimat diuraikan menjadi kata. Kata diuraikan menjadi suku kata, dan suku kata menjadi huruf.
Penggunaan metode global efektif meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi membaca nyaring suku kata dan kata sederhana dapat meningkatkan perilaku belajar siswa. Siswa menjadi lebih semangat, lebih aktif dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. (ms1/lis)
Guru SDN Harjowinangun 02, Kec. Tersono, Kabupaten Batang Editor : Agus AP