Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Soal Higher-Order Thinking Skill Melatih Siswa Berpikir Kritis

Agus AP • Selasa, 26 Oktober 2021 | 05:29 WIB
Miftakhul Janah, S.Pd
Miftakhul Janah, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Kegiatan belajar mengajar merupakan satu kesatuan dengan adanya keberadaan sebuah evaluasi. Evaluasi diberikan kepada siswa agar guru mengetahui apakah siswa sudah memahami materi yang diberikan dengan baik atau belum.

Hal tersebut sesuai dengan pengertian dari (Wrigstone dkk, 1956) dimana evaluasi merupakan penksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan ke arah tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan. Sehingga keberadaan dari evaluasi menjadi sangat penting sebagai salah satu indikator bahwa guru mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Evaluasi biasanya dapat berupa soal maupun tanggapan. Namun metode yang seringkali digunakan adalah menggunakan bentuk pertanyaan. Seringkali ditemukan siswa yang masih menjawab pertanyaan dengan tekstual atau hanya mengandalkan contoh atau tidak berani mengembangkan pemikirannya. Sehingga disini dapat disimpulkan bahwa siswa belum dapat berprikitis terhadap suatu permasalahan.

Menjawab permasalahan tersebut terdapat metode yang paling tepat yaitu memberikan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). HOTS atau kemampuan berpikir secara kritis merupakan metode dimana jenis pertanyaan menitikberatkan pada kemampuan berprikir kritis, logis, kognitif, metakognitif, dan berpikir kreatif. Sehingga tujuan utama dari metode ini adalah membuat siswa memahami soal dengan baik sehingga menjawab pertanyaan dengan tepat dan kritis.

Soal HOTS pada umumnya terdiri dari tiga komponen yaitu mencipta, evaluasi, dan analisis. Setiap komponennya melibatkan siswa untuk selalu kritis dalam melihat suatu permasalahan. Soal HOTS tersebut dapat diberikan oleh guru dengan model bentuk pertanyaan umum dengan dimana komponen pertanyaan atau bentuk pertanyaan mengandung unsur analisis atau penalaran.

Pada umumnya soal HOTS dapat meningkatkan kepekaan siswa terhadap suatu permasalahan dan dapat mendorong siswa untuk menemukan ide baru. Selain itu metode ini juga meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam menerapkan, mengingat, mengelola, dan menyatakan sebuah solusi dari suatu permasalahan dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa soal HOTS sangat penting bagi siswa untuk melatih berpikir kritis.

Salah satu contoh yang sederhana adalah pemberian soal kepada murid kelas 6 SD N Gejayan yaitu ketika mereka melihat mesin slender sedang mengerjakan pengaspalan jalan di depan sekolah, guru meminta siswa untuk menghitung diameter roda mesin slender. Menghitung berapa kali roda slender itu berputar setiap menit, dan menentukan berapa meter panjang lintasan jalan yang diaspal dalam waktu yang ditentukan. Pertanyaan semacam ini akan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan melakukan analisis terhadap cerita kejadian di kehidupan nyata.

Adanya kegiatan observasi demikian bertujuan melatih siswa untuk berpikir kritis terhadap lingkungan sekitar. Soal-soal HOTS seperti itu akan meningkatkan kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar dan sangat menarik karena melibatkan observasi secara langsung. Kemudian indikator yang akan didapatkan guru setelah adanya soal HOTS akan tercapai yaitu siswa menjawab pertanyaan dengan tepat dan logis.

Metode pemberian soal HOTS sangat mudah dilakukan dan dekat dengan siswa. Soal HOTS juga dapat melibatkan lingkungan sekitar yang ada dan hal tersebut sangat erat kaitannya dengan kepekaan. Sehingga kesimpulannya metode pemberian soal HOTS sangat tepat digunakan dalam melatih siswa untuk berpikir kritis. (pm1/lis)



Guru SDN Gejayan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP
#Kecamatan Pakis #Melatih Siswa Berpikir Kritis #SDN Gejayan #Guru SDN #Higher-Order Thinking Skill #Kabupaten Magelang #Miftakhul Janah