Dalam taksonomi bloom pembelajaran mencakup domain kognitif, afektif dan psikomotor. Berkaitan dengan hal di atas, maka domain psikomotorlah yang paling mengena. Domain psikomotor menitikberatkan pada keterampilan gerakan, koordinasi jasmani, kemampuan fisik seseorang. Pada mata pelajaran IPA, psikomotor merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan karena tumbuh dan berkembangnya IPA didukung psikomotor. Kelebihan menerapkan psikomotor dalam pembelajaran adalah guru dapat mengukur ketrampilan peserta didik, meningkatkan daya ingat peserta didik, meningkatkan pemahaman materi oleh peserta didik, melatih peserta didik bekerja secara runtut, bahkan menguasai materi karena kalau tidak paham tidak mungkin bisa melakukan dengan baik. Kelebihan yang lebih penting lagi adalah peserta didik dapat mengevaluasi mulai dari persiapan, proses hingga sampai produk/hasil akhirnya. Lebih dari itu juga bisa memancing peserta didik untuk mengembangkan, berinovasi atau lebih kreatif setelah melihat secara keseluruhan dari langkah awal hingga langkah akhir.
Pada materi kelas sembilan (IX), salah satu kompetensi dasarnya adalah bioteknologi yang terbagi menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Ranah psikomotor yang memungkinkan untuk dilakukan di SMP Negeri5 Salatiga adalah bioteknologi konvensional karena peralatan dan bahannya mudah didapatkan di lingkungan peserta didik. Psikomotor pada materi ini adalah menghasilkan produk makanan hasil daribioteknologi konvensioanl. Peserta didik wajib membuat salah satu makanan yang termasuk bioteknologi konvensional menggunakan jamur atau ragi atau yeast. Peserta didik bisa memilih misalnya membuat tape, tempe, oncom, roti basah, bakpau, bolang-baling, janggelut, donat, atau produk lainnya yang jelas masuk bioteknologi konvensional.
Karena dilaksanakan di rumah, peserta didik bisa mencari nara sumber pada orang lain misalnya orang tua, saudara, atau tetangga yang sudah punya pengalaman. Atau bisa juga brosing di internet. Sebelum membuat produk makanan tersebut, peserta didik sudah mempelajari alat, bahan, dan prosedur pembuatannya. Selanjutnya peserta didik paham prosedurnya, maka dilanjutkan menyiapkan alat dan bahanya. Semua alat, bahan dan proses pembuatan produk bioteknologi konvensional ini didokumentasikan, boleh video boleh foto.
Selesai membuat produk makanan, selanjutnya peserta didik membuat laporan kegiatan pelajaran untuk dinilaikan. Pengiriman laporan bisa lewat WhatsApp atau google classroom. Guru menilai hasil karya peserta didik dengan berpedoman pada rubrik yang sudah dibuat yang mencakup persiapan, proses, dan hasilnya/produk. Tiap peserta didik dimintai tanggapannya setelah melakukan kegiatan membuat makanan tersebut. Tanggapan peserta didik mayoritas mengungkapkan rasa senang dapat pengalaman dan tantangan baru, tetapi ada juga peserta didik yang menyatakan repot karena tidak hobby memasak. Melihat laporan dari peserta didik, ternyata cukup membanggakan juga, ternyata siswa putra pun tidak kalah semangat dalam praktek membuat produk makanan dibanding siswa putri.
Pembelajaran bioteknologi konvensional dengan cara praktik membuat produk makanan yang diterapkan di SMPN 5 Salatiga ternyata sangat mengena dalam diri peserta didik karena mereka memiliki pengalaman nyata dan melakukan secara langsung. Dalam kegiatan psikomotor ini, terselip ranah kognitif seperti mengingat, memahami, menerapkan, bahkan menganalisis dan mengevaluasi kelemahan-kelemahan yang muncul selama kegiatan jika produknya kurang seperti yang diharapkan. (ss2/zal)
Guru SMPN 5 Salatiga. Editor : Agus AP