Menurut Didi Suryadi, dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), praktik pendidikan di Tanah Air seolah telah melawan arus global. Di banyak negara maju, seperti sains, khususnya Matematika, diarahkan untuk dapat membekali siswa dengan kemampuan pemecahan masalah.
Pada pembelajaran PLDV (Persamaan Linier Dua Variabel) dan PLTV (Persamaan Linier Tiga Variabel) di kelas 11 di SMK Negeri H Moenadi Ungaran bisa dipastikan siswa akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat menyelesaikannya.
Oleh karena itu, dapat menyelesaikannya dengan menggunakan matriks. Salah satu cara untuk menyelesaikan soal PLDV menggunakan matriks. Materi ini telah diajarkan di kelas 10 SMA/SMK. Jika siswa sudah mendapatkan materi matriks, maka akan bisa mendapatkan nilai x dan y sekaligus dalam satu kali hitungan. Sangat menarik bukan?
Beberapa yang harus diketahui sebelum menggunakan matriks untuk menyelesaikan persamaan linear, perlu diketahui dulu bagaimana cara perkalian matriks, determinan matris, dan invers sebuah matriks.
Jika PLDV, maka gunakan matriks berordo 2 x 2. Sedangkan untuk PLTV menggunakan matriks berordo 3 x 3. Setelah itu, kooefisien dan variabelnya dipisah, dan matriks koefisiannya disesuaikan. Biasanya variabel x berada di atas dan variabel y di bawah.
Matriks memang dibuat untuk memudahkan dalam menyelesaikan persamaan linier, bahkan untuk yang banyak variabel ketika belajar di bangku kuliah. Diharapkan dengan menggunakan matriks dalam menyelesaikan PLDV dan PLTV, siswa dapat dengan cepat mendapatkan penyelesaiannya.
Penggunaan matriks ini cukup mudah dipahami karena materi matriks sudah didapat ketika siswa berada di kelas 10, dan ketika siswa belajar PLDV dan PLTV di kelas 11, akan sangat membantu siswa mencari penyelesaiannya.
Dan ketika menemui soal PLDV dan PLTV yang berbentuk cerita, akan dengan mudah mencari hasilnya dengan menggunakan matriks. Dan terbukti sangat efektif, penggunaan matriks untuk menyelesaikan soal-soal PLDV dan PLTV sangat membantu siswa-siswa kelas XI di SMK Negeri H Moenadi Ungaran. Pada saat mereka diberi soal-soal latihan untuk UN maupun AKM, mereka tidak kesulitan diberikan soal yang bersifat HOTS. (*/ida)
Guru Matematika SMK Negeri H Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, wendyspma@gmail.com Editor : Agus AP