Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Senangnya Belajar Tata Cara Salat dan Bacaannya dengan Metode Problem Solving Learning

Agus AP • Sabtu, 7 November 2020 | 17:44 WIB
Sumyati Yunitasari, S.Pd.I
Sumyati Yunitasari, S.Pd.I
RADARSEMARANG.ID, Berdasarkan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti di kelas II semester II ada materi senangnya belajar tata cara salat dan bacaannya dengan problem solving learning. Pembelajaran tata cara salat dan hafalan bacaan salat bagi siswa sekolah dasar sangat membosankan dan melelahkan. Membutuhkan waktu pembelajaran yang lama bahkan berminggu-minggu untuk mendapatkan anak yang hafal dan terampil dalam melaksanakan keserasian gerakan salat dengan bacaan salat.

Sehingga guru harus memiliki berbagai alternatif cara dalam mengajarkan tata cara salat dan bacaannya. Strategi mengajarkan tata cara salat dan keserasian gerakan salat dengan bacaannya dapat ditempuh dengan cara yang kreatif yaitu problem solving learning.

Tujuan pembelajaran menggunakan metode problem solving yaitu peserta didik dapat mempelajari dan memahami materi tentang tata cara salat dan cepat menghafalkan bacaan-bacaan salat. Metode problem solving adalah suatu media pembelajaran visual dan skill (keterampilan) merupakan inovasi baru sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk mempermudah peserta didik menghafal bacaan salat dengan keserasian gerakkan salat.
Diharapkan selain mampu menjadi media pembelajaran PAI & BP yang mudah, menyenangkan dan cepat menghafal bacaan salat. Sebagai salah satu kegiatan media pembelajaran menanamkan sikap sosial, sikap religius, pemahaman dan kemampuan keterampilan peserta didik dalam keserasian gerakan salat dengan bacaannya sebagai modal awal peserta didik untuk mempersiapkan diri menuju kehidupan dewasa nanti hingga sepanjang masa.

Guru mulai memperkenalkan tata cara salat dengan bacaan salat dan mendemonstrasikan bacaan salat dengan bacaannya bersama peserta didik dengan langkah-langkah.

Guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik, “Gerakan tegak menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga bagi laki-laki dan bagi perempuan di atas dada di bawah telinga disebut apa anak-anak?” Ada yang menjawab Allahu Akbar, ada yang kebingungan tidak tahu gerakan salat apa itu bu. Guru menjelaskan gerakan salat tersebut adalah gerakan takbiratul ikhrom bacaannya Allahu Akbar.

Guru memperkenalkan gerakan-gerakan salat dari awal sampai akhir yaitu gerakan salam. Guru menjelaskan dari masing-masing gerakan salat dari awal sampai salam. Selanjutnya meminta salah satu peserta didik laki-laki untuk maju memberikan contoh gerakan salat yang sudah dicontohkan guru. Siswa yang lain diminta menjawab pertanyaan guru nama gerakan yang dicontohkan salah satu siswa tersebut.

Guru menjelaskan gerakan salat pertama adalah berdiri tegak menghadap kiblat, dilanjutkan gerakan mengangkat kedua tangan sejajar telinga dengan membaca lafal Allahu Akbar (takbiratul ikhrom).

Ketika sedekap membaca doa iftitah, peserta didik 50% tidak hafal bacaan doa iftitah. Apalagi bacaan-bacaan gerakan yang membutuhkan bacaan yang panjang-panjang. Maka guru menuliskan bacaan salat dengan menggunakan tulisan latin sesuai bacaannya agar mudah dihafalkan.

Senangnya belajar tata cara salat dan bacaannya dengan metode problem solving learning memiliki beberapa kelebihan. Yaitu dapat mengingkatkan daya ingat, keterampilan peserta didik dalam belajar tata cara salat dan bacaan salat. Peserta didik lebh aktif, berani, mendapatkan pembelajaran bermakna, aktif, kreatif, mengena dan terkesan serta terampil dalam pembelajaran keserasian bacaan salat dengan gerakan salat.

Metode problem solving learning juga memiliki beberapa kekurangan. Antara lain peserta didik merasa bosan dihadapkan dengan hafal-hafalan bacaan salat apa lagi dengan tulisan huruf Alquran terutama peserta didik yang tidak pernah mengikuti pendidikan taman Alquran (TPA).

Namun senangnya belajar tata cara salat dengan bacaannya melalui metode problem solving learning sangat membantu pemahaman dan keterampilan peserta didik kelas II semester II di SDN 04 Mendelem. Terbukti hasil belajar peserta didik menjadi 85% meningkat 35%. Suasana kelas menyenangkan, riang gembira, lebih akrab dan proses belajar berlangsung aktif dan efektif. (fbs1/lis)



Guru SDN 04 Mendelem, Kec. Belik, Kabupaten Pemalang

Editor : Agus AP
#PAI