
RADARSEMARANG.ID, SDN Kuwaderan 2 terletak di Desa Kwaderan, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Merupakan sekolah dengan keterbatasan sarpras penunjang literasi digital.
Tahun 2022, sekolah tersebut mendapat bantuan peralatan teknologi berupa chromebook berjumlah 15 unit.
Chromebook merupakan notebook dengan OS chrome yang didesain khusus untuk digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar.
Chromebook telah dilengkapi dengan aplikasi pendidikan dan pengaturan yang dikendalikan oleh admin Kemdikbud Ristek, sehingga chromebook dapat digunakan secara aman dan berkualitas.
Kaiful Umam (2013: 101) mengungkapkan media pembelajaran digital dapat menyajikan materi pembelajaran secara kontekstual, audio maupun visual secara menarik dan interaktif.
Pemanfaatan chromebook lebih optimal diterapkan di sekolah dengan jaringan internet yang stabil.
Hal inilah yang menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi penulis untuk memaksimalkan bantuan tersebut dalam rangka meningkatkan literasi digital terkait pemanfaatan chromebook dengan kondisi sekolah.
Selain tantangan berupa peralatan dan jaringan internet, tantangan dalam pembelajaran dengan chromebook juga terkait dengan kesiapan siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang terintegrasi dengan chromebook.
Kesiapan siswa berkaitan dengan keterampilan dalam menggunakan perangkat digital sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
Siswa harus memiliki keterampilan menggunakan peralatan digital yang baik sehingga dalam pelaksanaannya siswa akan leluasa mengonstruksi pemahaman mereka dengan bantuan perangkat digital untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Kesiapan siswa harus dibarengi dengan kesiapan guru. Guru perlu menyiapkan konten pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa dan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang menarik bagi siswa sesuai dengan gaya belajarnya.
Dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran yang salah satu tujuannya meningkatkan literasi digital siswa, penulis mencoba melakukan beberapa tahapan untuk memastikan kebermanfaatan teknologi untuk menunjang proses pembelajaran.
Pada tahap awal yang penulis lakukan adalah melatih siswa menggunakan chromebook.
Karena kemampuan dasar siswa yang belum terbiasa dengan perangkat chromebook, penulis membuka kelas bimbingan penggunaan chromebook dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan ini telah dilakukan sejak tahun 2022.
Pada tahap kedua merancang pembelajaran berdiferensiasi sesuai profil siswa.
Penulis membuat alur pembelajaran dan merancang media apa saja yang akan digunakan dalam proses pembelajaran terintegrasi dengan chromebook.
Pada tahap ketiga menyiapkan sumber belajar beragam bagi siswa (diferensiasi konten).
Pada tahap ini yang penulis mencari sumber belajar di internet seperti video pembelajaran dan animasi yang disesuaikan dengan topik yang akan dipelajari.
Selain itu, membuat media pembelajaran interaktif sendiri agar lebih menarik untuk siswa.
Pada tahap keempat melaksanakan proses pembelajaran di kelas (diferensiasi proses).
Pada tahap ini dimulai dari proses pembelajaran, berdoa dan kegiatan apersepsi yang kemudian dilanjutkan dengan prapembelajaran.
Prapembelajaran didesain dalam bentuk permainan agar menarik dikerjakan siswa.
Dampak pemanfaatan chromebook dalam meningkatkan literasi digital dapat dirasakan baik siswa maupun pendidik.
Dampak pemanfaatan chromebook bagi siswa di antaranya adalah peningkatan kompetensi literasi digital dan peningkatan kemampuan belajar.
Dampak pemanfaatan chromebook bagi pendidik di antaranya adalah tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai dan literasi digital meningkat. (nop/lis)
Oleh : Rista Murtias Wicaksono, S.Pd
Guru SDN Kuwaderan 2, Kajoran, Kabupaten Magelang
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


